Pendapatan Intercity Shuttle WEHA Transportasi Indonesia Naik 13% pada 2025

Sepanjang 2025, pendapatan Intercity Shuttle WEHA Transportasi Indonesia tercatat sebesar Rp 185,089 miliar.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 16:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk mencatat kinerja keuangan bisnis Intercity Shuttle pada 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba operasional dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan paparan financial highlight 2025 versus 2024, perusahaan berhasil mencatat kenaikan revenue hingga double digit.

Meski demikian, laba bersih atau net profit mengalami penurunan tipis di tengah pertumbuhan bisnis dan kenaikan EBITDA. Margin laba bersih juga ikut tergerus dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Andrianto Putera Tirtawisata, menyampaikan sepanjang 2025, pendapatan Intercity Shuttle tercatat sebesar Rp 185,089 miliar atau naik 13% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp 164,474 miliar.

"Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong pertumbuhan laba kotor perusahaan. Gross profit pada 2025 mencapai Rp 60,663 miliar, meningkat 13% dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp 53,660 miliar," kata Andrianto dalam Public Expose PT WEHA Transportasi Indonesia, Tbk, Jumat (8/5/2026).

Meski nominal laba kotor meningkat, gross profit margin perusahaan tetap berada di level 33%, sama seperti tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan efisiensi biaya pokok penjualan masih terjaga di tengah ekspansi bisnis.

Pertumbuhan pendapatan dan laba kotor tersebut mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas operasional serta permintaan layanan transportasi antarkota yang tetap solid sepanjang tahun berjalan.

 

EBITDA Naik 11%, Margin Tetap Stabil

Dari sisi operasional, EBITDA Intercity Shuttle juga mencatatkan pertumbuhan positif. EBITDA perusahaan pada 2025 mencapai Rp 40,129 miliar atau naik 11% dibandingkan 2024 sebesar Rp 36,127 miliar.

Sementara itu, EBITDA margin tercatat tetap stabil di level 22% pada 2025, sama seperti tahun sebelumnya. Stabilnya margin ini mencerminkan perusahaan masih mampu mengendalikan beban operasional meskipun skala usaha meningkat.

Di sisi lain, laba bersih perusahaan mengalami penurunan tipis. Net profit pada 2025 tercatat sebesar Rp 13,206 miliar, turun 2% dibandingkan 2024 yang mencapai Rp 13,515 miliar. Penurunan laba bersih tersebut membuat net profit margin turun menjadi 7% pada 2025, dari sebelumnya 8% pada 2024.