Emiten TPIA Kantongi Pendapatan USD 2,4 Miliar hingga Kuartal I 2026

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) meraup pendapatan naik 286,3% dan cetak laba hingga kuartal pertama 2026.

Diterbitkan 03 Mei 2026, 15:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat pertumbuhan pendapatan dan mencetak laba sepanjang kuartal pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (3/5/2026), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) meraup pendapatan USD 2,04 miliar hingga kuartal pertama 2026. Pendapatan naik 286,36% dari periode sama tahun sebelumnya USD 662,09 juta.

Perseroan mencatat bahan baku yang digunakan dan beban produksi dan manufaktur naik 215,84% dari USD 592,77 juta hingga kuartal pertama 2025 menjadi USD 1,87 miliar hingga kuartal pertama 2026. Beban penyusutan naik menjadi USD 81,69 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 24,08 juta. Beban penjualan bertambah menjadi USD 19,73 juta dari USD 10,10 juta. Beban umum dan administrasi naik menjadi USD 43,71 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 18,31 juta.

Perseroan mencatat keuntungan atas instrument keuangan derivatif naik menjadi USD 52,06 juta hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 3,19 juta.  Selain itu, perseroan mencatat keuntungan kurs naik menjadi USD 8,91 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,76 juta.

Laba entitas asosiasi naik menjadi USD 4,56 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 2,2 juta. Pendapatan keuangan naik menjadi USD 26,93 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD 21,21 juta. Beban keuangan naik menjadi USD 94,88 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD 44,32 juta.

Perseroan meraup laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD 146,13 juta pada kuartal pertama 2026. Pada periode sama tahun lalu, perseroan mencatat rugi USD 25,64 juta.

 

Aset Perseroan

 Perseroan mencatat laba per saham dasar USD 0,0017 hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 0,0004.

Ekuitas perseroan naik menjdi USD 4,85 miliar dari kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 sebesar USD 4,65 miliar. Liabilitas perseroan turun tipis menjadi USD 7,65 miliar hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar USD 7,66 miliar. 

Aset perseroan bertambah menjadi USD 12,50 miliar hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar USD 12,32 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 2,82 miliar hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar USD 2,73 miliar.

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025, sekaligus mempercepat transformasi menjadi platform terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

“Chandra Asri Group mencatatkan kinerja yang kuat pada FY2025 dengan membukukan laba bersih sebesar USD 1,4 miliar serta mempertahankan posisi neraca yang tangguh dengan likuiditas di atas USD 3 miliar. Hal ini mencerminkan kekuatan platform terintegrasi kami serta disiplin dalam eksekusi strategi,” ujar Group Chief Financial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, Kamis (26/3/2026).

Perseroan terus mendorong penguatan tiga pilar strategis yaitu energi, kimia, dan infrastruktur dengan menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami memasuki 2026 dengan momentum yang kuat, didukung oleh kinerja operasional yang solid serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis. Di tengah dinamika pasar, platform terintegrasi dan disiplin eksekusi memberikan landasan yang kokoh bagi Perseroan untuk mencatatkan kinerja yang tangguh pada kuartal pertama dan berkelanjutan ke depan,” tambah Andre.

 

 

Aset Perseroan

Sepanjang 2025, total aset Perseroan meningkat lebih dari dua kali lipat secara year-on-year menjadi hampir USD 12,4 miliar, mencerminkan penguatan neraca serta ekspansi skala operasional seiring realisasi akuisisi dan investasi strategis.

Pendapatan bersih tercatat meningkat signifikan menjadi sekitar USD 7 miliar, sementara laba bersih mencapai USD 1,4 miliar, didukung oleh portofolio usaha yang semakin terdiversifikasi serta integrasi yang semakin kuat di seluruh lini bisnis.

Memasuki 2026, Perseroan menargetkan pencapaian laba operasi pada level rekor di kuartal pertama, seiring berlanjutnya momentum operasional dan kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis yang telah dijalankan sejak 2024.