AUTO Umumkan Pengunduran Diri Presiden Direktur dan Komisaris

Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk Hamdani Dzulkarnaen dan Presiden Komisaris PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) Gidion Hasan mengundurkan diri.

Diterbitkan 25 Maret 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengumumkan pengunduran diri anggota direksi dan dewan komisaris perseroan pada 18 Maret 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026), PT Astra Otoparts Tbk mengatakan telah menerima permohonan pengunduran diri dari Hamdani Dzulkarnaen Salim sebagai Presiden Direktur Perseroan. Selain itu, perseroan juga menerima surat pengunduran diri Gidion Hasan sebagai Presiden Komisaris pada 18 Maret 2026.

“Selanjutnya untuk memenuhi POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang direksi dan dewan komisaris emiten atau perusahaan publik, permohonan pengunduran diri dari Hamdani Dzulkarnaen Salim sebagai Presiden Direktur dan Gidion Hasan sebagai Presiden Komisaris Perseroan akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan,” demikian seperti dikutip.

Mengutip laman astra-otoparts.com, Gidion Hasan menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada 11 April 2019 untuk periode pertama.Ia memulai karier di grup Astra sejak 1999. Ia menjabat sebagai Direktur Astra International pada 2015.

Lulusan Rogers State University Oklahoma pada 1994 ini juga menjabat di sejumlah posisi antara lain Presiden Komisaris PT Gaya Motor, Presiden Komisaris PT Tjahja Sakti Motor, Presiden Komisaris PT Astra Autoprima, Presiden Komisaris PT Fuji Technica Indonesia.

Selain itu, ia juga menjabat Presiden Komisaris PT Inti Pantja Press Industri, Presiden Komisaris PT Pulogadung Pawitra Laksana, Presiden Komisaris PT Astra Multi Trucks Indonesia, Presiden Komisaris PT UD Astra Motor Indonesia, Presiden Komisaris PT Isuzu Astra Motor Indonesia,Wakil Presiden Komisaris PT United Tractors Tbk, Wakil Presiden Komisaris PT Astra Daihatsu Motor, Komisaris PT Astra Sedaya Finance, Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra Satu, Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra Dua, dan Direktur PT Astra International Tbk.

 

Profil Presdir AUTO Hamdhani Dzulkarnaen

Sementara itu, Hamdhani Dzulkarnaen Salim diangkat sebagai Presiden Direktur Perseroan sejak 2013. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Motor dan Mobil (GIAMM), Direktur PT Astra International Tbk, Ketua Dewan Pembina Yayasan Astra - Yayasan Astra Bina Ilmu Polman (YABI), Presiden Komisaris PT Aisin Indonesia, PT AT Indonesia, PT Denso Indonesia, PT GS Battery, PT Aisin Indonesia Automotive, dan PT Akebono Brake Astra Indonesia.

Sebelumnya, Hamdhani Dzulkarnaen Salim menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk pada April-Oktober 2013, Direktur PT Astra Honda Motor pada 2008-2013 dan Direktur PT FSCM Manufacturing Indonesia pada 2002-2004. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung pada 1988 dan Magister Manajemen Universitas Indonesia pada 1998.

AUTO Kantongi Laba Rp 2,2 Triliun Sepanjang 2025

Sebelumnya, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2025. Perseroan mencetak pendapatan dan laba naik tipis.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (25/2/2026), PT Astra Otoparts Tbk meraup pendapatan bersih Rp 19,90 triliun pada 2025. Pendapatan tersebut naik 4,36% dari periode 2024 sebesar Rp 19,07 triliun.

Beban pokok pendapatan menguat 3,32% menjadi Rp 16,54 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16 triliun.Seiring hal itu, laba bruto naik 9,8% dari Rp 3,06 triliun menjadi Rp 3,36 triliun pada 2025.

Perseroan meraup beban penjualan naik 6,2% menjadi Rp 1,05 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 992,27 miliar. Perseroan mencatat kenaikan laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar 13,38% menjadi Rp 1,17 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,03 triliun.

Laba sebelum pajak penghasilan naik 6,04% menjadi Rp 2,63 triliun pada 2025 dari periode 2024 sebesar Rp 2,48 triliun.

Perseroan membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 8,42% menjadi Rp 2,20 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,03 triliun.

Perseroan mencatat laba per saham dasar-dilusi naik menjadi Rp 457 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 422.

Ekuitas perseroan bertambah 8,8% menjadi Rp 16,96 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 15,58 triliun. Liabilitas naik 3,84% menjadi Rp 5,65 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,44 triliun. Aset menguat 7,5% menjadi Rp 22,61 triliun pada 2025 dibandingkan 2024 sebesar Rp 21,03 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,53 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,61 triliun.