IHSG Hari Ini 16 Maret 2026 Kembali Tertekan, Investor Harus Bagaimana?

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan di tengah sentimen geopolitik dan jelang libur Lebaran 2026.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 10:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan saham Senin, (16/3/2026). IHSG hari ini bahkan meninggalkan posisi 7.000 dan seluruh sektor saham memerah. Seiring hal itu investor harus bagaimana hadapi tekanan IHSG?

Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun ke posisi 7.115,45 dari penutupan sebelumnya 7.137,21. Pada pukul 10.13 WIB, IHSG terpangkas 1,75% ke posisi 7.011. Indeks saham LQ45 merosot 1,5% ke posisi 717. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG kembali tertekan sesuai prediksi. Ia menuturkam, koreksi IHSG terjadi seiring investor masih akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan juga libur panjang Nyepi dan Lebaran, di sisi lain akan ada federal reserve rate yang diperkirakan tetap 3,75%.

Seiring hal itu, apa yang mesti dilakukan investor?

Herditya menilai, investor dapat wait and see saja dahulu sambil menanti sinyal pembalikan. Di tengah koreksi IHSG, Herditya juga memilih sejumlah sektor saham yang dapat dicermati investor yakni sektor saham perbankan dan basic materials.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.120,18 dan terendah 6.917,32. Sebanyak 120 saham menguat. Namun, 591 saham melemah sehingga bebani IHSG. 101 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 701.412 kali dengan volume perdagangan saham 13 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 5,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.975.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham properti merosot 2,51%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 2,19%, sektor saham basic melemah 2,3% dan sektor saham industri terpangkas 0,60%.

Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal merosot 1,28%, sektor saham consumer siklikal turun 0,95%, sektor saham kesehatan melemah 0,37% dan sektor saham keuangan turun 0,60%. Lalu sektor saham properti terpangkas 2,37%, sektor saham teknologi turun 0,89%, sektor saham infrastruktur tergelincir 1,85% dan sektor saham transportasi melemah 2,37%.

Penutupan IHSG pada Perdagangan Saham 13 Maret 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham Jumat, (13/3/2026). Koreksi IHSG terjadi di tengah seluruh sektor saham memerah dan harga minyak menguat.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 3,05% ke posisi 7.137,21. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,04% ke posisi 728,32. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG bergerak terkoreksi sepanjang Jumat pekan ini. "Di mana hal ini masih sesuai dengan apa yang kami sampaikan pada report teknikal pagi ini. Dari sisi sentimen, diperkirakan dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas minyak mentah yang kembali menguat setelah Selat Hormuz kembali memanas akibat adanya serangan thd kapal tanker,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

Ia menambahkan, di sisi lain, investor akan menghadapi waktu perdagangan yang cukup singkat menjelang libur Nyepi dan Lebaran 2026.

 

Sektor Saham

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.350,28 dan level terendah 7.132,21. Sebanyak 629 saham melemah sehingga bebani IHSG. 104 saham menguat dan 86 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.606.804 kali dengan volume perdagangan saham 28,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.944.

Seluruh sektor saham kompak tertekan. Sektor saham basic dan transportasi turun 3,87%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 2,86%, sektor saham industri terpangkas 3,46%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 2,18%.

Lalu sektor saham siklikal merosot 3,55%, sektor saham kesehatan melemah 1,19%, sektor saham keuangan terpangkas 1,6%, sektor saham properti tergelincir 1,79%. Lalu sektor saham teknologi melemah 3,41% dan sektor saham infrastruktur merosot 3,64%