Selat Hormuz Ditutup, TPIA Pastikan Fasilitas Produksi Tetap Beroperasi

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memastikan aktivitas produksi tidak terhenti imbas penutupan Selat Hormuz.

Diterbitkan 05 Maret 2026, 16:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memastikan status force majeure perusahaan tidak identik dengan penghentian aktivitas produksi. Hal ini terkait dengan penutupan Selat Hormuz sebagai jalur strategis distribusi energi dan bahan baku global.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi PT Chandra Asri Pacific Tbk Suryandi mengatakan, penutupan Selat Hormuz memang memicu gangguan logistik di berbagai negara. Sejumlah perusahaan yang memiliki ketergantungan impor dari kawasan tersebut turut merasakan perlambatan pengiriman. Namun Suryandi memastikan kegiatan operasional perusahaan masih terus berjalan hingga saat ini.

“Saat ini seluruh fasilitas produksi Chandra Asri tetap beroperasi. Tidak terdapat penghentian operasional, baik di kawasan industri Cilegon maupun fasilitas kami di Singapura,” ujar Suryandi.

Namun, pihaknya memastikan gangguan eksternal tersebut tidak menghentikan aktivitas produksi, berkat kesiapan sistem manajemen risiko yang telah dibangun sebelumnya.

Perusahaan juga menjalankan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga kesinambungan operasional di tengah dinamika global.

“Kami secara aktif memantau perkembangan situasi global dan melakukan langkah antisipatif untuk menjaga kesinambungan operasional dan ketahanan bisnis. Sebagai bagian dari pengelolaan risiko yang terukur, perusahaan melakukan penyesuaian tingkat operasional secara fleksibel sesuai kebutuhan dan kondisi pasokan,” ucap Suryandi.

 

 

 

Intensifkan Koordinasi

 

Selain itu, perusahaan juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pelanggan, mitra logistik, serta pemangku kepentingan terkait guna meminimalkan potensi dampak terhadap distribusi produk dan pemenuhan kewajiban kontraktual.

Menurut Suryandi, keberlanjutan industri strategis di tengah tekanan eksternal membutuhkan dukungan ekosistem yang kondusif dan kolaboratif.

“Dalam situasi global yang dinamis ini, dukungan kebijakan pemerintah serta kolaborasi seluruh stakeholder menjadi faktor penting guna memastikan keberlanjutan operasional industri strategis nasional dan stabilitas rantai pasok domestik,” tutup dia.