Komisaris Utama WSBP Raden Mas Aris Sentosa Mengundurkan Diri

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setelah Raden Mas Aris Sentosa mengundurkan diri sebagai komisaris utama.

Diterbitkan 23 Desember 2025, 15:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengumumkan pengunduran diri Komisaris Utama Perseroan Raden Mas Aris Sentosa.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/12/2025), PT Waskita Beton Precast Tbk telah menerima surat pengunduran diri Raden Mas Aris Sentosa sebagai komisaris utama pada Kamis, 18 Desember 2025.

"Sebagaimana tercantum dalam surat pengunduran diri tersebut, pengunduran diri disebabkan oleh Raden Mas Aris Santosa sebagai komisaris utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) (Pelni),” tulis Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Legal PT Waskita Beton Precast Tbk, Fathul Anwar dalam keterbukaan informasi BEI.

Adapun berdasarkan rapat internal dewan komisaris pada 18 Desember 2025 telah ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Komisaris Utama yakni Ahmad Subagya selaku komisaris independen.

Seiring pengunduran diri Komisaris Utama Raden Mas Aris Sentosa, perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham dalam jangka waktu selambat-lambatnya 90 hari sejak diterimanya surat pengunduran diri.

Perseroan menyatakan pengunduran diri komisaris utama tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan keberlangsungan usaha.

Adapun Raden Mas Aris Santosa diangkat sebagai Komisaris Utama Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Novemebr 2025. Ia menggantikan Santos Gunawan Matondang.

Mengutip laman waskitaprecast.co.id, Raden Mas Aris Santosa merupakan seorang profesional dengan pengalaman dalam bidang pengawasan keuangan dan pembangunan, pengelolaan sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi pemerintahan.

Ia menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), posisi strategis yang mengharuskannya efektivitas sistem pengendalian internal dan peningkatan kualitas tata kelola di lingkungan instansi pemerintah.

Sebelumnya, ia pernah memimpin dua biro utama di BPKP yakni Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Kepala Biro Umum dan Pengadaan barang/jasa.

Kinerja 2024

Sebelumnya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan pertumbuhan pendapatan signifikan sebesar 31,58% sepanjang 2024 menjadi Rp 1,97 Triliun dibanding Rp1,49 triliun pada 2023. 

Pencapaian ini didorong dari kinerja positif seluruh lini bisnis utama perusahaan, yaitu precast, readymix, serta konstruksi dan instalasi. Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto mengatakan, pertumbuhan yang draih ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh Insan WSBP dan implementasi strategi yang tepat dalam meningkatkan kinerja operasional. 

"Kami terus berfokus pada pengembangan produk dan layanan berkualitas untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ujar Fandy dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (28/3/2025).

WSBP juga berhasil menghasilkan profitabilitas operasi atau laba kotor yang positif sebesar Rp369,67 miliar dengan Gross Profit Margin sebesar 18,75%.Pencapaian ini tidak lepas dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan proses produksi serta menerapkan manajemen rantai pasok bahan baku yang efisien. 

"Peningkatan utilitas Precast Plant kami menjadi indikator kuat bahwa kapasitas produksi WSBP semakin dimaksimalkan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan proyek infrastruktur nasional,” tambahnya. 

Transformasi Bisnis

Selaras dengan tujuan perusahaan untuk mencetak pertumbuhan berkelanjutan, WSBP terus berfokus menerapkan program transformasi bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, diversifikasi pemasaran, dan optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses produksi untuk mendukung proyek proyek infrastruktur nasional. 

Transformasi bisnis WSBP juga mencakup akselerasi digitalisasi proses kerja serta penguatan tata kelola perusahaan yang adaptif serta berorientasi pada proses bisnis secara efektif dan efisien dengan memaksimalkan potensi dalam memberikan hasil terbaik. 

Langkah ini tercermin dalam turunnya beban umum dan administrasi sebesar 6,44% atau Rp32,60 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

 

Aset Perseroan

Selain Beban Umum dan Administrasi, sepanjang 2024 WSBP meningkatkan utilitas unit produksinya terutama Precast Plant yang dimiliki selaras dengan meningkatkan permintaan produk beton precast WSBP sehingga mampu menurunkan beban Non Contributing Plant sebesar 21,27% dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Peningkatan utilitas plant kami menjadi indikator kuat bahwa kapasitas produksi WSBP semakin dimaksimalkan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan proyek infrastruktur nasional,” tambahnya. 

Pada 2024 WSBP mencatatkan total aset sebesar Rp3,62 triliun, liabilitas sebesar Rp5,18 triliun, dan Defisiensi Modal sebesar Rp1,56 triliun.