Liputan6.com, Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat kinerja keuangan beragam sepanjang Januari-September 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan, tetapi laba naik tipis hingga September 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (8/11/2025), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk meraup pendapatan Rp 12,91 triliun hingga September 2025. Pendapatan tersebut turun tipis 3,03% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,32 triliun.
Di sisi lain, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik tipis 0,67% menjadi Rp 1,06 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,05 triliun.
Advertisement
Perseroan mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp 8,87 triliun hingga September 2025. Beban pokok pendapatan tersebut susut 3,96% menjadi Rp 8,87 triliun hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,23 triliun. Laba bruto turun tipis 0,93% dari Rp 4,08 triliun menjadi Rp 4,04 triliun.
Perseroan memangkas beban usaha dari Rp 2,72 triliun menjadi Rp 2,69 triliun. Pendapatan keuangan naik menjadi Rp 160,53 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 85,29 miliar. Biaya keuangan turun menjadi Rp 131,35 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 138,67 miliar. Perseroan mencatat kenaikan laba bersih entitas asosiasi sebesar Rp 23,74 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 20,43 miliar.
Seiring kinerja itu, perseroan mencatat laba sebelum beban pajak penghasilan naik 0,28% menjadi Rp 1,33 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun. Perseroan mencatat laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp 317,94 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 309,86.
Total ekuitas tercatat Rp 22,04 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 22,11 triliun. Liabilitas turun menjadi Rp 7,84 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 8,3 triliun. Aset merosot menjadi Rp 29,88 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 30,42 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara sebesar Rp 3,73 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 4,49 triliun.
RUPS 21 Mei 2025, Indocement Minta Restu Buyback Saham INTP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
Sebelumnya, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengumumkan rencana pembelian kembali saham perseroan (buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Sehubungan dengan aksi tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 21 Mei 2025 untuk meminta restu pemegang saham.
Rencananya, Indocement akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai Rp 2,25 triliun. Setelah mendapat persetujuan pemegang saham, periode buyback saham akan dimulai pada 22 Mei 2025-21 Mei 2026.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk akan memakai kas internal untuk buyback saham. Hal ini lantaran Perseroan mempunyai modal dan arus kas yang baik dan cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha operasional belanja modal Perseroan serta buyback.
“Jika dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham Perseroan telah habis dan atau jumlah saham yang akan dibeli kembali telah terpenuhi, Perseroan akan melakukan keterbukaan informasi terkait dengan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham,” ungkap manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa, dikutip Rabu (16/4/2025).
Advertisement
Alasan Buyback Saham
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3356525/original/071853900_1611299590-20210122-IHSG-2.jpg)
Adapun buyback saham itu akan dilakukan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29 Tahun 2023 pada 29 Desember 2023 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka.
Manajemen Indocement Tunggal Prakarsa melakukan buyback seiring saham Perseroan sedang undervalued, pembelian kembali saham dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan dan memperbaiki persepsi pasar terhadap Perseroan yang saat ini masih dalam posisi net-cash di mana manajemen yakin dengan masa depan Perseroan.
Untuk harga buyback saham yakni paling tinggi sebesar harga rata-rata dari harga penutupan perdagangan harian di BEI selama 90 hari terakhir sebelum tanggal pembelian kembali saham oleh Perseroan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2820304/original/022016300_1559289616-indocement.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184178/original/018769500_1744269681-20250410-IHSG-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408411/original/021376800_1542192171-Pasar-saham-Indonesia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4400791/original/072852900_1681876363-Menara_Astra_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4430073/original/042665900_1684234026-Hari_ini_IHSG_ditutup_melemah-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)