Emiten DMAS Kantongi Prapenjualan Rp 626,4 Miliar hingga September 2025

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatat kontribusi utama prapenjualan dari data center dan FMCG.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengantongi prapenjualan atau marketing sales Rp 626,4 miliar hingga September 2025. Jumlah marketing sales itu sekitar 35% dari target marketing sales 2025 sebesar Rp 1,81 triliun.

Prapenjualan Perseroan pada sembilan bulan pertama tahun 2025, berasal dari penjualan lahan industri yang telah terjual sebesar 18 hektar dengan sektor Data Center dan FMCG sebagai kontributor utamanya. Disamping itu terdapat pula penjualan lahan pada sektor komersial seluas 0,7 hektar dan penjualan sektor hunian berupa rumah tapak.

Ketidakpastian ekonomi dunia ini, dinamika geopolitik serta kebijakan tarif resiprokal internasional, turut menurunkan minat investasi dari investor asing. Selain itu, situasi politik di Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini turut berkontribusi pada sikap wait and see dari investor asing.

"Adanya kejadian luar biasa di Jakarta serta reshuffle kabinet pada pemerintahan di kuartal ketiga ini telah mengakibatkan penundaan transaksi investasi untuk sementara waktu," ujar Direktur & Sekretaris Perusahaan Perseroan, Tondy Suwanto seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (25/10/2025).

Namun demikian, Perseroan tetap berusaha untuk mencapai target 2025 sehubungan dengan masih adanya pipeline sekitar 75 hektar.

Target DMAS pada 2025

Sebelumnya, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menargetkan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp 1,81 triliun di tahun 2025. Target itu lebih rendah dibandingkan realisasi pra penjualan pada akhir 2024 yang mencapai Rp 1,87 triliun.

Direktur dan Sekretaris PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto menyampaikan bahwa target prapenjualan tersebut selain ditunjang oleh penjualan sektor industri, juga terdapat produk komersial maupun hunian di Kota Deltamas. Sejauh ini, target prapenjualan 2025 telah didasari beberapa pertimbangan oleh manajemen.

"Target prapenjualan Rp 1,81 triliun tahun 2025 merupakan target konservatif moderat, dengan mempertimbangkan hal-hal seperti tingkat pertumbuhan ekonomi nasional dan situasi geopolitik dunia,” ujar Tondy dalam keterbukaan informasi Bursa, Kamis (13/3/2025).

"Awal tahun 2025 masih terdapat permintaan lahan industri yang cukup besar yaitu sekitar 90 hektar, sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam menetapkan target prapenjualan 2025,” imbuh Tondy.

 

Permintaan Lahan Industri

Permintaan lahan industri tersebut masih didominasi oleh segmen Data Center, selain sektor lain seperti FMCG, Chemical, dan lainnya. Program pemerintah ‘Making Indonesia 4.0’ yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sepuluh ekonomi global teratas pada tahun 2030 melalui penerapan teknologi digital, tentunya akan meningkatkan permintaan lahan pada segmen Data Center.

Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang sangat pesat serta perkembangan komputasi bagi pemrosesan data secara real-time, ikut pula mendorong tingginya permintaan akan Data Center. Di samping pengembangan kawasan industri, Perseroan juga berfokus untuk melakukan pengembangan Kawasan komersial serta hunian.

Permintaan pada sektor hunian dan sektor komersial juga diperkirakan akan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di Kota Deltamas. “Karena itu, kami optimis untuk dapat mencapai target prapenjualan sebesar Rp1,81 triliun di tahun 2025,” ujar Tondy.