Lighthouse IPO Dorong Kepercayaan Investor

Masuknya perusahaan berskala besar di pasar modal Indonesia atau lighthouse diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.

Diterbitkan 15 Agustus 2025, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menyebut kehadiran emiten berstatus lighthouse di BEI memberi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal nasional. Emiten lighthouse merupakan perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar dan tingkat likuiditas tinggi.

"Kehadiran lighthouse IPO di Bursa Efek Indonesia sejauh ini memberikan sinyal positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar dan tingkat likuiditas yang tinggi mencerminkan bahwa pelaku usaha berskala besar masih memiliki keyakinan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/8/2025).

Nyoman menambahkan, masuknya perusahaan berskala besar tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia.

Selain itu, menurutnya, lighthouse IPO juga dapat menarik likuiditas baru karena investor institusi umumnya menunggu kehadiran perusahaan bereputasi tinggi untuk melantai di BEI.

"Dengan masuknya perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menghadirkan aliran dana ke pasar modal Indonesia, yang pada akhirnya dapat mendukung likuiditas sekaligus dapat menciptakan kestabilan bagi pasar modal," kata Nyoman.

7 Perusahaan Proses IPO di BEI, Mayoritas Beraset Jumbo

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan dalam proses pencatatan saham perdana di BEI.

“Hingga 8 Agustus 2025 telah tercatat 22 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 10,39 triliun,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, ditulis Sabtu (9/8/2025).

Merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari tujuh perusahaan yang sedang proses untuk menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO), empat perusahaan beraset skala menengah (aset di antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar). Disusul tiga perusahaan beraset besar (aset di atas Rp 250 miliar). Sedangkan pada periode ini belum ada perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar).

Rincian

Sedangkan berdasarkan sektor, berikut rinciannya:

  • 2 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 0 perusahaan dari sektor energi
  • 1 perusahaan dari sektor keuangan
  • 0 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 2 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 1 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.