Sampoerna Agro Tebar Dividen Rp 330 per Saham, Catat Jadwal Pembagiannya

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2024. Berikut jadwal pembagiannya.

Diperbarui 15 Mei 2025, 22:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 600,14 miliar. Pembagian dividen yang dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp 330 per saham.

Perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen tahun buku 2024 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 Mei 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (15/5/2025), pembagian dividen mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2024 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 748,56 miliar.

Selain itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 4,52 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 6,21 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2024:

  • Tanggal efektif pada 5 Juni 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 21 Mei 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 22 Mei 2025
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 23 Mei 2025
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 26 Mei 2025
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 23 Mei 2025 waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 5 Juni 2025

Pada penutupan perdagangan saham Kamis, 15 Mei 2025, harga saham SGRO melonjak 17,87% ke posisi Rp 3.100 per saham. Harga saham SGRO dibuka naik 40 poin ke posisi Rp 2.670 per saham. Saham SGRO berada di level tertinggi Rp 3.240 dan level terendah Rp 2.610 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.490 kali dengan volume perdagangan 17.551 saham. Nilai transaksi Rp 5,2 miliar.

 

 

Sekilas Sampoerna Agro

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) didirikan dengan nama PT Selapan Jaya pada 7 Juni 1993. Nama Perseroan mengalami perubahan menjadi PT Sampoerna Agro Tbk pada 2007.

PT Sampoerna Agro Tbk bersama dengan entitas anak (yang selanjutnya disebut Sampoerna Agro atau Perseroan) merupakan perusahaan perkebunan yang berupaya untuk menjadi terdiversifikasi dan terintegrasi dalam jangka panjang.

Perseroan saat ini bergerak dalam bidang produksi minyak sawit, benih unggul sawit (jenis DxP Sriwijaya), serta produk non-sawit seperti sagu (Prima Starch) dan karet. Minyak sawit dan inti sawit merupakan kontributor terbesar atau mencapai 91% dari total pendapatan Perseroan pada 2024. Demikian mengutip dari laman sampoernaagro.com

Pemegang saham pengendali Sampoerna Agro adalah Twinwood Family Holdings Limited, dengan kepemilikan saham sebesar 65,72%. Pengendali akhir dari Twinwood Family Holdings Limited yakni Putera Sampoerna.

Bisnis utama SGRO adalah produksi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (PK). Mereka juga aktif dalam perdagangan benih sawit, termasuk varietas unggulan DxP Sriwijaya 6. Namun, perusahaan ini tidak hanya berfokus pada kelapa sawit. SGRO juga memproduksi dan mengolah produk sagu dan karet. Keberhasilan SGRO juga ditunjang oleh sejumlah anak perusahaan yang terlibat dalam berbagai aspek operasional, mulai dari perkebunan hingga pengolahan.

 

 

Anak Usaha

Keberhasilan Sampoerna Agro tidak terlepas dari peran penting anak-anak perusahaannya. Mereka memiliki jaringan luas anak perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah, masing-masing berkontribusi pada keberhasilan operasional perusahaan.

Beberapa anak perusahaan tersebut antara lain PT Usaha Agro Indonesia, PT Sungai Menang, PT National Sago Prima, PT Gunung Tua Abadi, PT Telaga Hikmah, PT Sawit Selatan, PT Aek Tarum, Sampoerna Palma Pte. Ltd., PT Mutiara Bunda Jaya, PT Binasawit Makmur, PT Sungai Rangit, PT Tania Binatama, PT Hutan Ketapang Industri, dan PT Selatanjaya Permai. Setiap anak perusahaan memiliki peran spesifik dalam rantai pasokan dan proses produksi, memastikan efisiensi dan kualitas produk yang dihasilkan.

Jaringan anak perusahaan yang luas ini memungkinkan Sampoerna Agro untuk mengelola sumber daya secara efektif dan menjangkau pasar yang lebih luas. Integrasi vertikal dalam operasional perusahaan, dari perkebunan hingga pengolahan, juga menjadi kunci keberhasilan SGRO dalam mengendalikan kualitas dan biaya produksi.