Profil Djap Tet Fa, Nahkoda Baru Astra Agro Lestari

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengumumkan perubahan penting di jajaran direksi dan komisaris. Santosa menggantikan Chiew Sin Cheok sebagai Presiden Komisaris, sementara Djap Tet Fa ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Santosa.

Diperbarui 30 April 2025, 13:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengumumkan perubahan penting di jajaran direksi dan komisaris. Santosa menggantikan Chiew Sin Cheok sebagai Presiden Komisaris, sementara Djap Tet Fa ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Santosa.

Atas peeubahan terebut, Djap Tet Fa akan berupaya menjaga kinerja Perseroan yang telah dibangun sejak lama. Selain itu, konsistensi Astra Agro dalam menjalankan komitmen keberlanjutan akan senantiasa dipelihara karena telah menjadi bagian dari Strategi Perseroan.

“Kami percaya bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) selalu bisa berjalan seiring dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Komitmen Astra Agro dalam mengedepankan kedua aspek tersebut kami yakini dapat meningkatkan kinerja Perusahaan di tahun-tahun mendatang, tentu saja didukung juga dengan riset dan inovasi yang terus dikembangkan,” tutur dia, dikutip Selasa (29/4/2025).

Melansir laman resmi perseroan, Djap Tet Fa saat ini tercatat sebagau Komisaris PT Kreasijaya Adhikarya, Komisaris PT Eka Dura Perdana, serta Presiden Direktur di PT Tanjung Sarana Lestari, PT Tanjung Bina Lestari, dan PT Gunung Sejahtera Raman Permai, yang seluruhnya merupakan entitas anak PT Astra Agro Lestari Tbk.

Sebelumnya, Djap Tet Fa pernah menjabat sebagai Marketing Director PT Federal International Finance (2012–2017), Presiden Direktur PT Astra Digital (2017–2020), Presiden Direktur PT Astra Nusa Perdana (2017–2022), Presiden Direktur PT Astra Tol Nusantara (2018–2022), Presiden Direktur PT Menara Astra (2019–2023), serta Presiden Komisaris PT Asya Mandira Land dan PT Samadista Karya (2021–2023). Di samping itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Committee Chairman di Indonesia Financial Services Association (2016–2017).

Djap Tet Fa meraih gelar Sarjana di bidang Statistik dan Matematika dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, serta gelar Master of Business Management (MBA) di bidang General Management dari International Business School, Jakarta. Djap Tet Fa tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lainnya dan pemegang saham utama.

 

Astra Agro Bakal Tebar Dividen Rp515,8 Miliar

Selain perubahan manajemen, RUPS menyepakati pembagian dividen final sebesar Rp 184 per saham dan akan dibayarkan pada 28 Mei 2025. Perusahaan juga kembali menegaskan fokusnya pada keberlanjutan bisnis di 2025 melalui tema “Reinforcing Sustainability”.

Para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun. Sebesar Rp515,8 miliar akan dibagikan sebagai dividen setara dengan Rp268 per saham. Dari jumlah itu, dividen interim Rp84 per saham telah dibayarkan pada Oktober 2024, sementara sisanya Rp184 per saham akan dibayarkan pada 28 Mei 2025.

Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, menjelaskan, kenaikan harga telah mendorong pendapatan perusahaan naik 5% yoy menjadi Rp21,82 triliun dengan laba bersih Perseroan meningkat 9% dari Rp1,06 triliun menjadi Rp1,15 triliun pada tahun 2024.

“Selain itu, strategi melakukan efisiensi biaya, peningkatan keunggulan operasional, dan inovasi dalam proses produksi yang dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari pembenahan berkelanjutan telah membuat Perseroan mampu memetik hasil yang lebih maksimal,” kata Tingning.

 

Faktor Kunci

Tingning menambahkan, faktor kunci yang mendorong kinerja adalah kenaikan harga rata-rata CPO di pasar Rotterdam sebesar 12% menjadi USD 1.084/ton. Ini berdampak positif pada harga jual CPO Astra Agro, yang meningkat 15,6% menjadi Rp12.883/kg.

Sepanjang 2024, 69% penjualan Astra Agro berfokus di pasar domestik untuk mendukung kebijakan Domestic Market Obligation (DMO), sementara sisanya 31% diekspor ke negara-negara seperti China, India, Korea Selatan, dan Pakistan.