Sukses

Siasat Atur Keuangan Kembali Setelah Terkuras saat Libur Lebaran

Momen lebaran memang seringkali membuat kita tidak bisa memperkirakan berbagai macam pengeluaran, terlebih lagi masyarakat di tahun ini kembali begitu antusias dengan aktivitas mudik.

Liputan6.com, Jakarta Momen Ramadhan dan perayaan Lebaran telah terlewati. Pada 2023 ini ibadah di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri sudah bisa kembali dijalankan dan dirayakan di luar rumah.

Kondisi berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, saat pandemi Covid-19 masih belum terkendali hingga mengharuskan masyarakat lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

Situasi yang membaik pasca-pandemi ini tentu saja membuat silaturahmi dengan saudara, keluarga, dan kerabat kembali terjalin dengan lebih erat.

Alhasil, masyarakat pun rela untuk kembali menghabiskan lebih banyak porsi penghasilannya untuk bisa merayakan dan lebih menikmati kebahagiaan lebaran termasuk bersama keluarga di luar kota.  Hingga tidak sedikit dari kita yang akhirnya kembali terjebak dalam realita arus pengeluaran yang tidak terkontrol.

Ria M. Warganda selaku Direktur PT Insight Investments Management (INSIGHT) menyampaikan bahwa momen lebaran memang seringkali membuat kita tidak bisa memperkirakan berbagai macam pengeluaran, terlebih lagi masyarakat di tahun ini kembali begitu antusias dengan aktivitas mudik.

Selain itu, waktu libur yang cukup lama membuat banyak dari kita juga berlibur bersama keluarga. Ria pun memberikan beberapa tips penting untuk bisa menstabilkan kondisi keuangan pasca libur lebaran. Berikut beberapa tips atur keuangan dibagikan:

● Hitung Kembali Pengeluaran Selama Bulan Puasa dan Libur Lebaran

Ria menyampaikan bahwa menghitung kembali pengeluaran dari bulan puasa hingga libur lebaran membuat kita bisa memetakan pos pengeluaran mana saja yang sekiranya besar dan tidak terkontrol. Setelahnya, barulah kita bisa melakukan evaluasi dan mulai kembali membatasi pengeluaran yang kurang penting.

“Lihat mana saja pos pengeluaran terbesar saat lebaran. Misalnya saja dari belanja makanan yang berlebihan atau belanja pakaian baru yang sifatnya konsumtif. Setelah tahu, sebisa mungkin batasi pengeluaran untuk pos-pos tersebut. Misalnya dengan membeli makanan yang secukupnya saja atau menunda untuk belanja pakaian terlebih dahulu sampai keuangan bisa lebih stabil," ujar dia dalam keterangannya, Selasa (2/5/2023).

● Dibanding Harus Berhutang, Lebih Baik Cari Penghasilan Tambahan

“Mungkin karena kebutuhan urgent yang membludak selama bulan puasa dan momen lebaran, akhirnya berhutang pun menjadi salah satu pilihan.” Tutur Ria.

Menurut Ria, jika akhirnya memang terpaksa harus berhutang selama bulan puasa dan hari lebaran, maka hal penting yang harus dilakukan setelah lebaran adalah menyusun langkah untuk sebisa mungkin segera melunasinya.

“Pertama, sudah seharusnya tidak menunda untuk membayar utang. Dan kedua, sudah seharusnya untuk tidak menutupi utang dengan utang yang lain. Sebisa mungkin mencari penghasilan tambahan atau pos-pos pendapatan baru,” jelas Ria.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Tips Lain

● Tetap Disiplin Sisihkan Porsi Penghasilan untuk Investasi

Dalam kondisi keuangan yang kurang stabil, Menurut Ria, jangan sampai lupa disiplin menyisihkan porsi keuangan untuk tetap menabung dan berinvestasi.

“Saat ini banyak pilihan instrumen investasi, salah satunya reksa dana, yang memiliki minimal pembelian yang tidak menguras isi dompet. INSIGHT misalnya, memiliki produk reksa dana pendapatan tetap Insight Haji Syariah (I-Haji Syariah Fund) yang bisa dibeli dengan minimum pembelian sebesar Rp.100,000.” Jelas Ria.

Menurut Ria, dalam kondisi pasar saat ini yang nyatanya seringkali tidak stabil, berinvestasi harus tetap konsisten dijalankan.

● Belajar Atur Keuangan untuk Lebaran Tahun Mendatang

“Jika pada tahun ini kita lupa atau tidak menyusun perencanaan keuangan yang baik untuk momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sehingga akhirnya pengeluaran pun tidak terkontrol, maka untuk Lebaran tahun mendatang harus disiapkan dengan matang jauh-jauh hari sebelumnya. Setahun sebelumnya juga tidak masalah.” Tutur Ria.

Menurut Ria, agar realisasi perencanaan keuangan bisa lebih terukur dan terarah, investasi pada instrumen reksa dana bisa menjadi pilihan dalam mencapai tujuan finansial.

 

3 dari 3 halaman

Pilihan Investasi

Masyarakat dapat memilih berinvestasi dalam produk reksa dana yang memiliki track record yang baik dalam jangka panjang serta konsisten menghasilkan pertumbuhan yang optimal.

“I-Haji Syariah Fund merupakan salah satu produk unggulan INSIGHT yang berhasil tumbuh sebesar 91,19 persen selama sepuluh tahun kebelakang, jauh lebih unggul dibandingkan benchmark-nya Infovesta Syariah Fixed Income Fund Index yang hanya tumbuh sebesar 58,91 persen per 31 Maret 2023. Pertumbuhan reksa dana I-Haji Syariah Fund secara konsisten mampu melampaui berbagai benchmark lainnya serta terbukti resilience melewati masa krisis”.

Secara spesifik, Reksa Dana I-Haji Syariah Fund merupakan reksa dana pendapatan tetap syariah yang memiliki underlying efek utang syariah korporasi yang bertenor menengah-pendek sehingga mampu meminimalisir volatilitas dari pergerakan harga sepanjang tahun 2023.

Dikatakan jika I-Haji Syariah Fund berfokus pada sukuk korporasi dengan investment grade yang diterbitkan emiten dengan kredibilitas yang baik dan memberikan return yang atraktif, disertai dengan diversifikasi sektor untuk mengurangi tingkat risiko investasi.

"Kami terus menjaga kualitas portfolio reksa dana I-Haji Syariah Fund dengan minimum rating underlying di single A serta menjaga durasi portfolio pada 2 hingga 3 tahun untuk memberikan kinerja yang relatif stabil, terukur dan tidak terlalu sensitif pada pergerakan suku bunga," jelas dia.

Ria juga menjelaskan bahwa reksa dana ini memiliki kontribusi pada program bertema peduli religi yang membantu masyarakat kurang mampu namun memiliki peran positif di masyarakat untuk berangkat Haji dan Umroh. Sejak pertama kali diluncurkan sampai dengan Maret 2023, Reksa Dana I-Haji Syariah telah memberangkatkan hampir 700 orang kurang/tidak mampu untuk beribadah Haji dan Umrah.

“Dengan berinvestasi melalui I-Haji Syariah Fund, para investor juga secara tidak langsung berkontribusi membantu sesama. Investasinya jalan, berbaginya pun jalan," Pungkas Ria.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.