Sukses

Triputra Agro Persada Siapkan Belanja Modal Rp 900 Miliar, Untuk Apa?

Liputan6.com, Jakarta - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) berencana akan menggunakan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 900 miliar pada 2023. 

Sekretaris Perusahaan Triputra Agro Persada, Joni Tjeng menjelaskan, rencana pengeluaran belanja modal (capital expenditure/capex) mencapai Rp 900 miliar pada 2023. Belanja modal itu dua per tiga belanja modal tersebut dialokasikan untuk infrastruktur rumah, jalan dan mekanisasi. 

"Sisanya capex untuk mill dan kendaraan serta sarana pendukung lainnya," kata Joni Tjeng kepada Liputan6.com, dikutip Minggu (22/1/2023).

Tak hanya itu, Triputra Agro Persada juga memiliki rencana untuk melakukan ekspansi di bidang bisnis hilir (downstream) sawit. Namun, hal tersebut masih dalam proses pengkajian.

"Plan to downstream juga kita kaji detail dengan tujuan menambah value. Kita masih melakukan kajian dan diharapkan pada tahun ini bisa ada kesimpulan baik bangun sendiri atau bergabung dengan pemain yang sudah ada," ujar dia.

Sementara itu, Triputra Agro Persada akan mulai mengoperasikan pabrik minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO) dengan biogas pada kuartal I 2023. Sehingga akan memberikan nilai tambah atau value added untuk Perseroan.

Di sisi lain, Triputra Agro Persada melihat produksi masih tumbuh di kisaran single digit pada 2023 dibandingkan tahun lalu. 

"Memang tahun 2022 baik produksi maupun harga sangat baik sehingga performance juga meningkat pesat. Produksi kami akan tetap tumbuh di kisaran single digit, kami tetap fokus pada peningkatan productivity, cost control dan sustainability untuk tetap menjaga growth dari perusahaan," kata dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kinerja Kuartal III 2022

Sebelumnya, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan positif selama sembilan bulan pertama 2022. PT Triputra Agro Persada Tbk membukukan pertumbuhan laba dan penjualan hingga September 2022.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/10/2022), PT Triputra Agro Persada Tbk meraup penjualan Rp 6,74 triliun hingga kuartal III 2022. Penjualan itu naik 51,51 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,45 triliun.

Beban pokok penjualan naik 16,38 persen menjadi Rp 3,96 triliun hingga September 2022. Pada periode sama tahun sebelumnya Rp 3,40 triliun. Laba bruto perseroan melonjak 166,05 persen dari Rp 1,04 triliun menjadi Rp 2,78 triliun hingga September 2022.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp 205,49 miliar hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 126,54 miliar.

Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 331,46 miliar hingga kuartal III 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 282,53 miliar. Pendapatan lainnya naik menjadi Rp 83,02 miliar hingga September 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 68,80 miliar.

Perseroan membukukan laba usaha Rp 2,27 triliun hingga kuartal III 2022. Laba usaha melonjak 217,89 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 716,67 miliar.

PT Triputra Agro Persada Tbk kantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 2,33 triliun hingga September 2022. Laba tersebut melambung 227,73 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 713,16 miliar.

 

 

3 dari 4 halaman

Aset Perseroan

Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 118 per saham hingga kuartal III 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 36.

Total ekuitas perseroan naik menjadi Rp 9,72 triliun hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 7,79 triliun. Total liabilitas turun menjadi Rp 4,27 triliun hingga kuartal III 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 4,65 triliun.

Total aset bertambah menjadi Rp 13,99 triliun hingga September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 12,4 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 1,53 triliun hingga 30 September 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 1,2 triliun.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 25 Oktober 2022, saham TAPG melambung 3,68 persen ke posisi Rp 705 per saham. Saham TAPG dibuka stagnan di posisi Rp 680 per saham.

Saham TAPG berada di level tertinggi Rp 710 dan terendah Rp 680 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.673 kali dengan volume perdagangan 396.834 saham. Nilai transaksi Rp 27,5 miliar.

 

4 dari 4 halaman

Belanja Modal 2022

Sebelumnya, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) siapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 570 miliar pada 2022.

Corporate Secretary Triputra Agro Persada, Joni Tjeng mengatakan, belanja modal itu utamanya dialokasikan untuk proyek eksisting perseroan.

"Tahun ini kita rencana Rp 570 miliar di luar kalau ada proyek downstream, ini untuk yang eksisting,” ujar dia dalam webinar Indonesia Investment Education, Sabtu, 12 Maret 2022.

Adapun tahun lalu, Joni menyebutkan realisasi belanja modal sekitar Rp 478 miliar. Sebagian besar alokasinya untuk pabrik (mill) kelapa sawit. Sementara untuk tahun ini sebagian besar akan dialokasikan untuk infrastruktur.

"Tahun lalu hampir separuh di-spending untuk mill. Kalau tahun ini mill-nya hanya 20 persen. Paling besar 60 persen mungkin di infrastruktur,” tutur dia.

Adapun infrastruktur yang dimaksud di antaranya jalan untuk akses, perumahan untuk karyawan dan fasilitas pendukung lainnya. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan yang memposisikan karyawan sebagai bagian penting bagi perusahaan.

"Kita siapkan juga rumah untuk karyawan, jalan untuk akses. beberapa kebun juga ada sekolah, klinik, dokter. Listrik, air, semua sudah kita siapkan,”

"Jadi ini yang kita juga banyak investment. Karyawan adalah bagian dari kita,” pungkas Joni.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS