Sukses

Bumi Resources Kembali Private Placement, CIC Bakal Genggam 10 Persen Saham BUMI

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada Desember 2022. Dengan aksi korporasi tersebut, China Investment Corporation (CIC) akan genggam 10 persen saham BUMI.

Presiden Direktur PT Bumi Resources Tbk Adika Nuraga Bakrie menuturkan, jumlah modal saham ditempatkan dan disetor perseroan akan meningkat dengan private placement. Jumlah modal saham ditempatkan dan modal disetor dari 343.841.242.189 saham menjadi 371.320.676.795 saham. Perseroan akan menerbitkan 27.479.434.606 saham seri C dengan nilai nominal Rp 50 per saham dalam rangka private placement.

"Sebagian besar 27 miliar saham, 25 miliar saham akan dipegang CIC. CIC sendiri partner strategis dan kita rasa akan jadi long term holder," ujar Adika Nuraga, saat paparan publik perseroan, Selasa (29/11/2022).

Dengan demikian, kepemilikan saham BUMI oleh CIC sebesar 10 persen terkait private placement tersebut. "CIC akan balik memiliki 10 persen di BUMI sangat strategis bagi kita," tutur dia.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pemegang saham Bumi Resources antara lain NSB Clients sebesar 3,81 persen, NSB Clients sebesar 0,02 persen, Watiga Trust Ltd sebesar 2,24 persen, Long Haul Holdings Ltd sebesar 0,84 persen.Selanjutnya PT Bakrie Capital Indonesia sebesar 0,03 persen, PT Biofuel Indo Sumatra sebesar 0,56 persen, Mach Energy (Hongkong) Limited sebesar 49,44 persen, Treasure Global Investments Limited sebesar 8,72 persen dan masyarakat sebesar 34,34 persen.

Selain itu, saat diminta tanggapan mengenai rencana diversifikasi usaha pada 2023, pria akrab disapa Aga ini menuturkan, perseroan prioritaskan batu bara dan downstreaming.

"Sesuai dengan perpanjangan IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus), untuk tahun depan finalisasi rencana, persiapkan industri ini. Di luar itu, perseroan lagi kaji beberapa diversifikasi non coal apakah EV tidak langsung, kaji metal strategy yang berbeda dengan sister company Bumi Resources Minerals," tutur dia.

Untuk belanja modal 2023, Bumi Resources juga akan siapkan dana sebesar USD 50 juta-USD 75 juta atau sekitar Rp 786,87 miliar-Rp 1,18 triliun. (asumsi kurs 15.737 per dolar AS)."Suistanability (belanja modal-red) USD 50 juta-USD 75 juta pada tahun depan," ujar Direktur PT Bumi Resources Tbk Andrew Beckham.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bumi Resources Kembali Private Placement

Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Langkah ini dilakukan Bumi Resources untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (27/11/2022),  PT Bumi Resources Tbk menerbitkan saham baru tanpa HMETD berjumlah 27.479.434.606 saham seri C dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Dengan demikian, total dana yang akan diraup sekitar Rp 2,19 triliun. Pelaksanaan private placement dilakukan pada 2 Desember 2022, dan pemberitahuan hasil pelaksanaan private placement pada 6 Desember 2022.

Perseroan menyatakan seluruh saham baru itu yang akan diterbitkan dalam private placement akan diambil bagian oleh pemegang obligasi wajib konversi (OWK) terkait dalam rangka pelaksanaan hak konversi OWK. Private placement akan dilaksanakan dengan harga pelaksanaan Rp 80 per saham. Harga itu merupakan harga konversi OWK yang berlaku terhadap pelaksanaan hak konversi OWK.

Harga pelaksanaan PMTHMETD telah ditentukan sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal, yaitu Peraturan Nomor 1-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, Lampiran II Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00101/BEI/12-2021 tanggal 21 Desember 2021.

Jumlah modal saham ditempatkan dan modal disetor perseroan akan meningkat dari 343.841.242.189 saham menjadi 371.320.676.795 saham. Rincian saham itu antara lain 20.773.400.000 saham seri A, 53.501.346.007 saham seri B dan 297.045.930.788 saham seri C.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 25 November 2022, saham BUMI melemah 2,12 persen ke posisi Rp 185 per saham. Saham BUMI dibuka stagnan Rp 189. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 192 dan terendah Rp 184 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.071 kali. Total volume perdagangan 15.857.640 saham. Nilai transaksi Rp 298,5 miliar.

 

3 dari 4 halaman

Saham BUMI Masuk Indeks MSCI, Begini Tanggapan Manajemen

Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) kembali merilis hasil tinjauan indeks MSCI Global Standard. Dari indeks MSCI Global Standard berdasarkan wilayah Asia Pasifik, MSCI mengeluarkan tiga saham dari Indonesia.

Tiga saham itu antara lain PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG). Sedangkan di indeks MSCI Small Cap ada empat tambahan saham antara lain PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Demikian mengutip dari PT Phintraco Sekuritas, Jumat, 11 November 2022.

Terkait saham BUMI masuk indeks MSCI Small Cap, Direktur PT Bumi Resources Tbk, Dileep Srivastava menilai, BUMI memenuhi kriteria untuk masuk indeks MSCI Indonesia.

“Ini paling likuid dan sering diperdagangkan di BEI selama beberapa bulan sekarang dan menghasilkan keuntungan signifikan sejak tahun lalu,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, ditulis Sabtu (12/11/2022).

Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan pendapatan belum termasuk konsolidasi sebesar USD 1,39 miliar atau sekitar Rp 21,8 triliun (asumsi kurs Rp 15.378 per dolar AS) hingga kuartal ketiga 2022. Nilai ini naik 109,3 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD 666,18 juta (Rp 10,4 triliun). 

4 dari 4 halaman

Kinerja Kuartal III 2022

Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan pendapatan belum termasuk konsolidasi sebesar USD 1,39 miliar atau sekitar Rp 21,8 triliun (asumsi kurs Rp 15.378 per dolar AS) hingga kuartal ketiga 2022. Nilai ini naik 109,3 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD 666,18 juta (Rp 10,4 triliun). 

Mengutip laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (5/11/2022), BUMI juga berhasil mencatatkan laba setelah pajak sebesar USD 405,8 juta (Rp 6,3 triliun), tumbuh dari USD 147,26 juta pada kuartal tiga 2021.

Sedangkan dalam periode berjalan, emiten berhasil meraih laba sebesar USD 383,6 juta (Rp 6 triliun) dibandingkan periode yang sama pada 2021 yang hanya sebesar USD 71,2 juta (Rp 1,1 triliun).

Secara keseluruhan, Bumi Resources mencatatkan beban pokok pendapatan USD 1,1 miliar yang melonjak dari kuartal tiga 2021 di posisi USD 512,78 juta. Sedangkan untuk beban usaha BUMI menyentuh USD 69,22 juta. 

Bumi Resources membukukan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar USD 451,86 juta. Kemudian penghasilan bunga emiten mencapai USD 2,56 juta.

Sedangkan untuk beban bunga dan keuangan BUMI menyentuh USD 139,63 juta. Adapun untuk laba selisih kurs sebesar USD 4,60 juta. 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS