Sukses

IPO, Venteny Fortuna Bidik Dana Segar Rp 422,90 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - PT Venteny Fortuna International Tbk, perusahaan bergerak di aktivitas perusahaan holding, portal web, dan pengembangan aplikasi perdagangan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

PT Venteny Fortuna International Tbk melepas saham sebanyak-banyaknya 939.779.100 saham dengan nilai nominal Rp 5 per saham. Jumlah saham yang ditawarkan itu sebanyak-banyaknya 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Venteny Fortuna International menawarkan harga IPO di kisaran Rp 350-Rp 450 per saham. Dengan demikian, perolehan dana IPO maksimal Rp 422,90 miliar.

Perseroan juga mengadakan program employee stock allocation (ESA) maksimal 1 juta atau sekitar 0,11 persen dari saham yang ditawarkan pada saat IPO untuk program ESA saham kepada karyawan. Selain itu, perseroan juga menggelar program management and employee stock option (MESOP) dengan maksimal 532.541.400 saham atau setara 7,83 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Dana IPO yang akan diperoleh akan digunakan sekitar 42 persen untuk pemberian pinjaman kepada entitas anak perseroan yaitu PT Venteny Matahari Indonesia untuk dijadikan sebagai modal kerja bisnis dalam menjadi pemberi dana kepada layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (LPBBTI).

Pinjaman tersebut setara Rp 177,61 miliar dengan jangka waktu pinjaman satu tahun yang dapat diperpanjang. Suku bunga pinjaman itu sekitar 10 persen-18 persen per tahun.

Pinjaman tersebut juga digunakan sekitar 30 persen untuk pengembangan bisnis, dan modal kerja.  Untuk melaksanakan IPO, perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Surya Fajar Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Kinerja Perseroan

Perseroan mencatat pendapatan Rp 29,20 miliar hingga semester I 2022. Pendapatan naik 70,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 17,12 miliar. Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,08 miliar hingga Juni 2022. Kondisi ini berbeda dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 211,30 juta.

Total ekuitas tercatat Rp 80,63 miliar hingga Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 33,16 miliar. Total liabilitas naik menjadi Rp 273,89 miliar hingga Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 208,80 miliar.

Aset perseroan tercatat Rp 354,52 miliar hingga Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 241,96 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 38,78 miliar hingga Juni 2022 dari posisi Desember 2021 sebesar Rp 30,06 miliar.

Untuk pembagian dividen, manajemen perseroan berencana bagikan dividen maksimal 30 persen dari laba bersih setelah menyisihkan cukup cadangan. Hal ini dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan anggaran dasar perseroan.

 

3 dari 5 halaman

Jadwal IPO

Pemegang saham perseroan setelah IPO, pelaksanaan ESA dan MESOP antara lain Carta Holdings Inc sebesar 19,41 persen, Junichiro Wade sebesar 19,20 persen, Ocean Capital Inc sebesar 10,23 persen, Fintech Business Innovation LPS sebesar 9,11 persen. Selanjutnya KK Investment Holdings Pte Ltd sebesar 8,13 persen, Relo Club Limited sebesar 6,92 persen, lain-lain di bawah lima persen sebesar 5,34 persen, masyarakat sebesar 13,81 persen, ESA sebesar 0,01 persen dan MESOP sebesar 7,83 persen.

Berikut jadwal sementara IPO:

-Tanggal izin pengumuman prospektus singkat pada 18 November 2022

-Masa penawaran awal pada 21-29 November 2022

-Perkiraan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada  2 Desember 2022

-Perkiraan masa penawaran umum pada 6-12 Desember 2022

-Perkiraan tanggal penjatahan pada 12 Desember 2022

-Perkiraan distribusi saham secara elektronik pada 13 Desember 2022

-Perkiraan tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Desember 2022

 

4 dari 5 halaman

Pembukaan IHSG 22 November 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  bergerak di zona hijau pada awal sesi perdagangan Selasa (22/11/2022). Gerak IHSG ini berlawanan dengan bursa saham global yang lesu. Di sisi lain, mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka stagnan 7.063,24. Pada pukul 09.19 WIB, IHSG naik 0,46 persen ke posisi 7.095. Indeks LQ45 menanjak 0,37 persen ke posisi 1.006. Mayoritas indeks acuan menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.108,83 dan terendah 7.067,98.

Sebanyak 249 saham menguat sehingga angkat IHSG. 151 saham melemah dan 221 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 182.956 kali dengan volume perdagangan 3,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.628.

 

 

5 dari 5 halaman

Sektor Saham

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali indeks sektor saham IDXtechno melemah 1,25 persen dan indeks sektor saham IDXtransportasi susut 0,04 persen. Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy bertambah 1,35 persen, dan catat kenaikan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic menanjak 0,44 persen, indeks sektor saham IDXindustry mendaki 0,23 persen.

Kemudian, indeks sektor saham IDXnonsiklikal menanjak 0,30 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal naik 0,15 persen, indeks sektor saham IDXfinance menguat 0,24 persen. Selanjutnya, indeks sektor saham IDXproperty mendaki 0,31 persen dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur menanjak 0,26 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG melemah ke posisi 7.063 pada Senin, 21 November 2022. IHSG cenderung sideways tanpa katalis baru. Nilai perdagangan sekitar USD 600 juta di pasar regular. Saham ITMG memimpin penguatan di antara saham emiten batu bara seiring harga batu bara Newcastle yang terus pulih dari aksi jual.

Di sisi lain, saham UNVR mengumumkan membagikan dividen interim Rp 2,63 triliun pada 15 Desember 2022. Di sisi lain, Chile dan Indonesia sepakat menambahkan trade in services dalam perjanjian CEPA.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.