Sukses

IHSG Berpotensi Lesu, Amati Rekomendasi Saham Hari Ini 2 November 2022

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas pada perdagangan saham, Rabu (2/11/2022). Rilis laporan keuangan emiten masih membayangi laju IHSG.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, setelah rilis data ekonomi, inflasi yang menunjukkan kondisi ekonomi dalam keadaan stabil dan masih berlanjutnya rilis data laporan kinerja emiten yang terlihat didominasi oleh kinerja positif dapat topang gerak IHSG.

Namun, ia menilai ada kecenderungan tertekan di tengah aliran dana investor asing yang masih terlihat stabil. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI),  pada perdagangan Selasa, 1 November 2022, aliran dana investor asing yang masuk ke bursa saham mencapai Rp 594,44 miliar. Dengan demikian, aliran dana investor asing sepanjang 2022 sebesar Rp 81,34 triliun.

“Hari ini IHSG berpotensi melemah terbatas di kisaran 6.954-7.172,” ujar dia dalam catatannya.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup terkoreksi -0,6 persen ke 7.052 pada perdagangan 1 November 2022 meskipun sempat menembus resistance namun kembali masih tertahan oleh MA60, koreksi dari IHSG pun disertai dengan munculnya tekanan jual.

 “Selama IHSG masih mampu bertahan di atas area support terdekatnya di 6.974, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (x) dari wave [y]. Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat ke arah 7.136-7.156 untuk membentuk akhir wave (x),” ujar dia.

Herditya prediksi, IHSG berada di level support 6.847,6.974 dan level resistance 7.100,7.135 pada Rabu pekan ini.

Untuk rekomendasi saham hari ini, William memilih saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON),  PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). Selain itu, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Selain itu, Herditya memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jafpa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Industri Farmasi dan Sido Muncul Tbk (SIDO).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness (6.575)

Saham ASII ditutup terkoreksi 1,1 persen ke 6.575 pada perdagangan 1 November 2022 dan disertai dengan peningkatan volume penjualan. Kami perkirakan, posisi saham ASII saat ini berada pada bagian dari wave b dari wave (b), sehingga ASII akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 6.400-6.500

Target Price: 6.700, 6.875

Stoploss: below 6.200

 

2.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Buy on Weakness (9.400)

Saham BBNI ditutup flat di 9.400 pada perdagangan 1 November 2022. Kami perkirakan, posisi BBNI sedang berada di awal wave [v] dari wave C, sehingga selama tidak terkoreksi ke bawah 9.125 sebagai stoplossnya maka BBNI berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 9.200-9.350

Target Price: 9.700, 9.900

Stoploss: below 9.125

 

3.PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA) - Spec Buy (1.415)

Saham JPFA ditutup menguat 2,2 persen ke 1.415 pada perdagangan 1 November 2022 dan disertai dengan tingginya volume pembelian. Selama tidak terkoreksi ke bawah 1.370 sebagai stoplossnya, maka posisi JPFA saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave Y dan berpeluang melanjutkan penguatannya.

Spec Buy: 1.400-1.410

Target Price: 1.470, 1.560

Stoploss: below 1.370

 

4.PT Industri dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) - Buy on Weakness (750)

Saham SIDO ditutup 1,4 persen ke 750 pada perdagangan 1 November 2022 dan disertai dengan munculnya volume pembelian.

“Kami perkirakan, posisi SIDO sedang berada di wave [iii] dari wave A dari wave (B), sehingga SIDO masih berpeluang melanjutkan penguatannya,” ujar dia.

Buy on Weakness: 715-740

Target Price: 800, 850

Stoploss: below 700

3 dari 4 halaman

IHSG Tergelincir 0,66 Persen, Sektor Saham Energi Memimpin Koreksi

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan Selasa (1/11/2022). Sektor saham energi pimpin koreksi pada perdagangan Selasa pekan ini.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,66 persen ke posisi 7.052,30. Indeks LQ45 turun 0,67 persen ke posisi 1.007,37. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Sebanyak 355 saham melemah sehingga menekan IHSG. 186 saham menguat dan 161 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.128,13 dan terendah 7.018,55.

Total frekuensi perdagangan 1.307.932 kali dengan volume perdagangan 22 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 14,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.626.

Mayoritas sektor saham melemah kecuali indeks sektor saham IDXbasic naik 0,29 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal bertambah 0,89 persen, dan indeks sektor saham IDXtechno naik 0,49 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy merosot 2,97 persen dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry turun 1,19 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi melemah 1,19 persen, indeks sektor saham IDXfinance merosot 1,14 persen, indeks sektor saham IDXhealth dan IDXinfrastruktur terpangkas 0,47 persen.

Sedangkan indeks sektor saham IDXnonsiklikal merosot 0,43 persen. Selain itu, indeks sektor saham IDXproperty susut 0,04 persen.

4 dari 4 halaman

Indeks Hang Seng Memimpin di Bursa Saham Asia

Bursa saham Hong Kong memimpin di Asia Pasifik. Penguatan bursa saham Hong Kong ini terjadi setelah sepanjang perdagangan Oktober 2022 turun lebih dari 14 persen, dan sentuh level terendah sejak April 2009.

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 5,23 persen ke posisi 15.455,27. Indeks Hang Seng teknologi menguat 7,8 persen. Di bursa saham China, indeks Shanghai mendaki 2,62 persen ke posisi 2.969,20 dan indeks Shenzhen bertambah 3,24 persen ke posisi 10.734,25 setelah data manufaktur PMI Caixin berada di posisi 49,2.

Bank sentral Australia menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin, dan sesuai harapan. Indeks ASX 200 menguat 1,65 persen ke posisi 6.976,90.

Indeks Jepang Nikkei naik 0,33 persen ke posisi 27.678,92. Indeks Topix bertambah 0,47 persen ke posisi 1.938,50. Indeks Kospi menanjak 1,81 persen ke posisi 2.335,22. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang bertambah 2,74 persen.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS