Sukses

Emiten Ini Bakal Terdepak dari BEI Usai Digembok 24 Bulan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan dua emiten yang terancam delisting. Dua perusahaan tersebut yakni PT Leyand International Tbk (LAPD) dan PT Nipress Tbk (NIPS).

Adapun penghapusan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di Bursa diatur dalam Peraturan Bursa No I-I.

Pada ketentuan III.3.1.1, Bursa dapat menghapus pencatatan saham perusahaan tercatat apabila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Sementara dalam ketentuan III.3.1.2, Bursa dapat melakukan delisting saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/7/2022), suspensi saham PT Leyand International Tbk telah mencapai 24 bulan pada 2 Juli 2022.

Masyarakat tercatat masih genggam 23,9 persen saham perseroan. Lainnya, sebesar 30,26 peren dimiliki oleh Layman Holdings Pte., Ltd, 19,17 persen oleh PT Intiputera Bumitirta, 12,81 persen oleh Keraton Investments, Ltd. Kemudian sebesar 8,13 persen dimiliki oleh Nany Indrawaty Sutanto, dan sisanya 5,73 persen dimiliki oleh Leo Andyanto.

Sementara saham PT Nipress Tbk telah disuspensi selama lebih dari 24 bulan. Tercatat, masyarakat masih memiliki 40,78 persen saham perseroan.

Lainnya, sebesar 23,85 persen dimiliki oleh PT Trinitan International, 12 persen oleh PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), 10,45 persen oleh PT Tritan Adhitama, 7,59 persen oleh PT Indolife Pensiontama. Sisanya sebesar 5,33 persen dimiliki oleh Ferry Joedianto Robertus Tandiono selaku Komisaris Utama PT Nipress Tbk.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

IHSG Melejit 0,97 Persen, Sektor Saham Energi Menguat

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi pertama perdagangan Selasa (5/7/2022) yang didukung 11 sektor saham. Namun, penguatan IHSG berkurang saat penutupan perdagangan.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melesat 0,97 persen ke posisi 6.703,26. Indeks LQ45 menguat 0,73 persen ke posisi 957,11. Seluruh indeks acuan kompak menghijau. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.767,82 dan terendah 6.650,39.

Sebanyak 385 saham menguat sehingga angkat IHSG. 163 saham melemah dan 139 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.130.407 kali dan volume perdagangan 20,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 11,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.953.

11 sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXenergy melonjak 4,08 persen, dan catat penguatan terbesar.

Diikuti indeks sektor saham IDXindustry menanjak 2,04 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi mendaki 1,66 persen, indeks sektor saham IDXbasic menguat 1,41 persen, dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur melonjak 1,2 persen.

 

3 dari 5 halaman

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar menguat pada perdagangan Selasa, 5 Juli 2022. Hal ini di tengah Reserve Bank of Australia atau Bank Sentral Australia menaikkan suku bunga acuan sesuai prediksi.

Indeks Korea Selatan Kospi menguat 1,8 persen ke posisi 2.341,78. Indeks Kosdaq bertambah 3,9 persen ke posisi 750,95. Saham SK Hynix melompat 3,82 persen dan saham Naver menanjak 3,4 persen. Demikian mengutip laman CNBC, Selasa pekan ini.

Indeks Jepang Nikkei menguat 1 persen ke posisi 26.423,47, dan indeks Topix bertambah 0,5 persen ke posisi 1.879,12. Indeks Hang Seng menguat 0,43 persen pada penutupan perdagangan. Di Australia, indeks ASX 200 naik 0,25 persen ke posisi 6.629,3.

Bank sentral Australia menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin menjadi 1,35 persen sesuai yang diperkirakan. Dolar Australia turun setelah Bank Sentral Australia mengumumkan keputusan kenaikan suku bunga acuan dan berada di posisi 0,6854.

4 dari 5 halaman

Indeks MSCI Asia Pasifik

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,58 persen. Bursa saham China kompak melemah. Indeks Shanghai susut ke posisi 3.403,57. Indeks Shenzhen tergelincir 0,40 persen ke posisi 12.973,11.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen dan Wakil Perdana Menteri China Liu He menggelar pertemuan virtual pada Selasa pekan ini  untuk membahas masalah ekonomi makro.

Di Asia, Korea Selatan merilis indeks harga konsumen Juni 2022 pada Selasa pekan ini yang naik 6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu itu sedikit lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 5,9 persen dan kenaikan tahunan tercepat sejak November 1998, menurut Reuters.

"Tekanan harga dan Fed AS yang hawkish, pada saat neraca pembayaran Korea Selatan berada di bawah tekanan, memperkuat kasus untuk kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan Bank of Korea,” tulis ekonom ANZ Krystal Tan dikutip dari CNBC, Selasa (5/7/2022).

5 dari 5 halaman

Aktivitas Sektor Jasa

Aktivitas layanan Jepang berkembang pada laju tercepat sejak Oktober 2013, menurut Indeks Manajer Pembelian Layanan au Jibun Bank Japan Service. Indeks tersebut tercatat 54 dibandingkan 52,6 pada Mei. Adapun tanda 50 poin memisahkan pertumbuhan dari kontraksi setiap bulan.

Aktivitas sektor jasa China juga tumbuh, menurut indeks manajer layanan pembelian Caixin. Indeks naik menjadi 54,5 pada Juni dibandingkan dengan 41,4 pada Mei karena pengetatan COVID-19 yang berkurang.

Terkait berita perusahaan, sekelompok anggota parlemen di Inggris dilaporkan menyerukan larangan pembuat CCTV China Hikvision dan Dahua atas dugaan hubungan dengan pelanggaran hak asasi manusia.

Indeks dolar AS berada di posisi 105,16. Yen Jepang berada di posisi 136,21 per dolar AS. Harga minyak berjangka Amerika Serikat naik 1,4 persen di Asia pada jam perdagangan Selasa sore ke posisi USD 109,95 per barel. Harga minyak Brent turun 0,19 persen ke posisi USD 113,29 per barel.