Sukses

Lampaui Target, Penjualan SBR011 di BRI Sentuh Rp 1,5 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau disebut BRI (BBRI) sebagai salah satu mitra distribusi Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR011 mencatatkan penjualan signifikan. BRI mencatatkan penjualan SBR011 sentuh Rp 1,5 triliun.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan, tingginya antusiasme investor terhadap instrumen investasi dari pemerintah merupakan sinyal yang positif. Hal itu dinilainya sebagai tanda tingginya dukungan masyarakat dalam mendukung pembangunan negara.

"Dari target Kemenkeu yang diberikan ke BRI, penjualan SBR yang dilakukan oleh BRI berhasil mencapai angka mendekati Rp 1,5 triliun dan pastinya lebih dari target yang ditetapkan,” ungkap Handayani dalam keterangan resmi, ditulis Minggu (26/6/2022).

Secara jeseluruhan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan hasil penjualan SBR011 mencapai Rp 13,91 triliun.

SBR011 sendiri merupakan satu-satunya Surat Utang Negara (SUN) non-tradable yang dijamin negara dengan nominal pembelian mulai dari Rp 1 juta. SBR011 menawarkan kupon (imbal hasil) mengambang dengan kupon minimal sebesar 5,50 persen.

Instrumen ini memiliki tenor selama dua tahun dengan tanggal jatuh tempo 10 Juni 2024. Kendati demikian, pemerintah menyediakan fasilitas early redemption.

Handayani menyampaikan produk investasi yang diterbitkan pemerintah ini sukses memikat banyak investor baru. Jumlah investor baru SBR011 di BRI meningkat 68 persen dari 2.600 keseluruhan jumlah investor yang melakukan pembelian SBR011 dibandingkan dengan pada saat penawaran produk SBR010 yang terbit tahun lalu.

"BRI tahun ini dalam melaksanakan penawaran SBR011 berhasil memperoleh penjualan hingga hampir mencapai Rp 1,5 triliun dan jika dibandingkan dengan penjualan SBR010, peningkatan penjualan bertumbuh hingga mencapai 41 persen," ujar dia. 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

BRI Tawarkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Rp 5 Triliun untuk Tahap I 2022

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tegaskan komitmen dalam penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia.  Terbaru, perseroan menerbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I BRI dengan menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp15 triliun dengan jumlah emisi tahap I 2022 sebanyak-banyaknya Rp 5 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menuturkan, hasil penghimpunan dana tersebut akan digunakan sesuai ketentuan POJK60/2017 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (green bond) dengan mengalokasikan paling sedikit 70 persen untuk kegiatan usaha dan atau kegiatan lain yang termasuk dalam kriteria Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) yang baru, sedang berjalan atau telah selesai sesuai dengan kerangka kerja obligasi.

"Jaminan dari Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2022 tersebut adalah Clean Basis dan memiliki tenor 370 hari, 3 tahun dan 5 tahun, dengan tingkat suku bunga yang belum ditentukan namun akan dibayarkan secara triwulanan dengan perhitungan 30/360. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat idAAA kepada BRI Green Bond tersebut," kata Sunarso dalam keterangan resminya, ditulis Kamis (23/6/2022).

Sementara itu, sektor KUBL yang akan menjadi sasaran obligasi berwawasan lingkungan BRI meliputi: energi terbarukan, efisiensi energi, pencegahan dan pengendalian polusi, pengelolaan SDA dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan limbah berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit polusi, bangunan berwawasan lingkungan serta kegiatan usaha dan/atau kegiatan lain yang berwawasan lingkungan lainnya.

3 dari 4 halaman

Isu Climate Change

"Isu climate change saat ini masih menjadi perbincangan di berbagai negara dan munculnya berbagai dampak dari perubahan iklim tersebut banyak menyita perhatian berbagai perusahaan. Salah satunya adalah industri perbankan yang kini tidak hanya memperhatikan faktor profitabilitas, namun juga faktor ekonomi, lingkungan, sosial dan tata kelola untuk mencapai keuangan berkelanjutan (sustainable finance),” ujar Sunarso.

"Karena sektor jasa keuangan, khususnya perbankan dan utamanya BRI, memiliki peran penting dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi melalui perubahan pola bisnis konvensional menjadi berkelanjutan," ia menambahkan.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana dalam emisi green bond tersebut adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Berikut adalah perkiraan periode Penawaran awal hingga tercatat di PT Bursa Efek Indonesia.

Tanggal Penawaran Awal : 23 Juni 2022 selambat-lambatnya 1 Juli 2022

Tanggal Pernyataan Efektif : 12 Juli 2022

Tanggal Penawaran Umum : 14-15 Juli 2022

Tanggal penjatahan : 18 Juli 2022

Tanggal pembayaran dari investor : 19 Juli 2022

Tanggal distribusi obligasi : 20 juli 2022

Tanggal Pencatatan : 21 Juli 2022

4 dari 4 halaman

Market Leader ESG Company di Indonesia

Seiring dengan komitmen Pemerintah RI kepada dunia internasional dalam mendukung sustainable finance yang bermitigasi atau beradaptasi terhadap perubahan iklim, BRI juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap Roadmap Keuangan Berkelanjutan dan bertekad menjaga dan meningkatkan kelestarian lingkungan hidup.

Komitmen BRI yang tinggi terhadap ESG tersebut dibuktikan dengan meningkatkan jumlah pembiayaan dan proporsi kredit yang disalurkan untuk kegiatan usaha yang berkelanjutan. 

Seperti yang diketahui, hingga Maret 2022, BRI telah memberikan pembiayaan kepada kegiatan usaha yang berkelanjutan mencapai Rp 639,9 triliun atau setara dengan 65,6 persen dari total pinjaman. Jumlah tersebut meningkat 13,4 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2021 yang sebesar Rp 564,0 Triliun atau dengan proporsi 62,9 persen dari total pinjaman.

"Melalui penerbitan Green Bond ini semakin mengukuhkan posisi BRI sebagai market leader penerapan ESG di Indonesia. ESG ini memiliki peranan penting untuk mendukung sustainability ataupun keberlanjutan kehidupan manusia serta mendorong tingkat kemakmuran ataupun prosperity," ujar dia.

Sunarso juga menuturkan, disamping itu, BRI melihat pelaku usaha segmen UMKM yang merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ini memegang peranan penting dalam penerapan prinsip-prinsip ESG, terutama di masa sekarang dan masa depan. 

"Oleh karena itu, menjadi hal yang krusial untuk memberikan edukasi dan meningkatkan awareness kepada para pelaku UMKM untuk memastikan keberlanjutan usaha mereka melalui penerapan prinsip-prinsip ESG,” pungkasnya.