Sukses

Sederet PR Garuda Indonesia Usai Voting PKPU

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) siap terbang tinggi usai mayoritas kreditor menyepakati proposal perdamaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Perseroan juga telah menyusun rencana bisnis untuk pemulihan dari sisi keuangan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai perkembangan PKPU Garuda Indonesia menjadi katalis positif bagi pasar.

"Hal itu akan memberi ruang yang lebih besar bagi Garuda untuk bisa memperbaiki kinerja keuangannya. Memperbaiki stabilitas perusahaan, dan terlebih lagi memperbaiki fundamental bisnis Garuda,” kata Nico kepada Liputan6.com, Senin (20/6/2022).

Dia menuturkan, kesabaran para kreditur akan menjadi sebuah kesempatan untuk membuktikan maskapai pelat merah itu bisa terbang kembali. Meski begitu, terdapat sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang menjadi catatan bagi Garuda Indonesia sebelum tancap gas.

Pengamat penerbangan, Gatot Raharjo menyebutkan, salah satu yang menjadi catatan Garuda Indonesia saat ini adalah pembayaran utang yang tetap harus dilakukan sesuai skema yang disepakati.

"Garuda harus memperbaiki aliran dana atau cash flow-nya dengan pola operasional yang lebih efektif dan efisien, sehingga mempunyai dana untuk membayar utang,” kata dia.

Mengutip laman PKPU Garuda Indonesia, jumlah total utang yang terdaftar dalam DPT mencapai Rp 142 triliun. Daftar ini dibagi menjadi tiga kategori.

Rinciannya, untuk piutang kategori lessor sebesar Rp 104,37 triliun, DPT Preferen sebanyak Rp 3,95 triliun, dan DPT Non Preferen sebesar Rp 34,09 triliun. Angka yang tercantum ini telah melalui proses konversi bagi nilai utang dengan mata uang asing.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 6 halaman

Restrukturasi Tak Boleh Kendor

Pada saat bersamaan, Gatot mengatakan restrukturisasi juga tak boleh kendor. Dia menilai, Garuda Indonesia perlu menyisir kembali rute-rute yang menguntungkan dan bisa dilayani secara efektif dan efisien.

Alih-alih memaksimalkan potensi penerbangan domestik, Gatot mengatakan Garuda Indonesia bisa mencoba mengepakkan sayapnya untuk penerbangan luar negeri karena masih memiliki pesawat wide body.

"Wide body itu paling efisien kalau dipakai jarak jauh. Garuda bisa melakukan kerjasama dengan Citilink di dalam negeri dengan pola hub and spoke. Atau kerjasama dengan maskapai luar negeri dengan berbagai pola seperti misalnya code share,” imbuh Gatot.

Selain itu, PMN yang dijanjikan pemerintah juga harus ditagih. Namun sekali lagi, pemakaian nantinya harus terukur dan transparan. Menurutnya, PMN itu bisa dialokasikan untuk cicilan pembayaran utang atau tambahan biaya operasional.

Gatot menambahkan, sebaiknya Garuda Indonesia tak banyak melakukan penambahan armada. Hal itu dimaksudkan agar biaya operasional tak membengkak, sementara perseroan masih harus menyelesaikan pembayaran utang. Menurutnya, penambahan pesawat mesti memperhitungkan tingkat risiko dari sisi keselamatan dan bisnis, mengingat SDM GIAA yang juga tengah susut.

"Jangan sampai ini menjadi blunder. Jangan sampai tambah pesawat dan tambah penerbangan justru membuat load factor turun. Yang penting diperhatikan itu menjaga load factor kalau bisa di angka 80-90 persen. Jadi harga tiket bisa agak ditekan dan tidak membebani masyarakat juga,” kata Gatot.

 

3 dari 6 halaman

Prospek Garuda Indonesia

Secara garis besar, Gatot menilai prospek Garuda Indonesia masih bagus. Di mana pasar penerbangan di Indonesia masih terbuka luas. Garuda Indonesia juga memiliki pasar yang bagus sebelum pandemi. Hal itu perlu dijaga bahkan ditingkatkan terutama dari sisi layanannya, mengingat Garuda Indonesia termasuk kategori maskapai full service.

"Kalau ini bisa dijaga dan ditingkatkan, program Garuda mau right issue lagi kemungkinan akan disambut baik masyarakat," ujar Gatot.

GIAA memang berencana melakukan right issue setelah mendapatkan persetujuan kreditur melalui voting dalam proses PKPU. Right issue akan dilakukan dua kali. Di mana right issue pertama dieksekusi pemerintah atas porsi kepemilikannya 65 persen. Kemudian right issue tahap II akan digelar sekitar kuartal I untuk tambahan pendanaan dari investor strategis.

"Sebetulnya banyak opsi yang bisa dipakai Garuda, tapi harus didukung good corporate governance. Jadi korupsi-kolusi-nepotisme bisa dihilangkan,” imbuhnya.

Terakhir, Gatot menuturkan, Garuda Indonesia bisa meminta INACA bersama-sama menghadap ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menciptakan iklim bisnis penerbangan yang lebih baik. Gatot mencermati, iklimnya saat ini secara de facto sudah monopoli. Sehingga harus dicari jalan agar maskapai-maskapai Indonesia bisa bersaing secara sehat.

“Sayangnya, secara de facto ada monopoli bisnis penerbangan oleh satu group maskapai. Ini yang harus diperbaiki oleh pemerintah karena adanya monopoli ini akibat dari aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah,” tandasnya.

4 dari 6 halaman

Kreditur Asing Tolak Perdamaian Garuda Indonesia, Sidang Putusan PKPU Ditunda

Sebelumnya, sidang putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Garuda Indonesia ditunda 7 hari hingga 27 Juni 2022. Alasannya, ada kreditor yang keberatan terhadap perhitungan nominal utang dan jumlah suara.

Keputusan itu diambil pada Senin (20/6/2022) sore di ruang sidang Soebekti 1 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Nampaknya sidang penetapan akan ditunda 7 hari lagi hingga Senin minggu depan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada wartawan di PN Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

Ia menyampaikan kreditor yang keberatan tersebut merupakan lessor asing. Meski Ia tak menyebut asal negara lessor tersebut.

"Salah satu yang jelas adanya keberatan salah satu lessor ya terhadap proses ini," ungkapnya.

Informasi, penundaan putusan ini diputuskan hakim pemutus Kadarisman sekitar pukul 17.45 WIB.

Diketahui, dua lessor yang menyatakan keberatan yakni Greylag Goose Leasing 1410 Designated Activity Company dan Greylag Goose Leasing 1446 Designated Activity Company.

 

5 dari 6 halaman

Rincian Keberatan

Irfan menerangkan, kedua lessor tersebut keberatan terhadap perhitungan final yang sudah ditetapkan dalam Daftar Piutang Tetap (DPT).

"Sebenarnya kesepahaman kita bersama begitu DPT sudah diputuskan sebenarnya sudah final. Yang bersangkutan keberatan atas terhadap DPT-nya.

Ia menyebut akan mengikuti proses persidangan sesuai dengan yang ditetapkan.

"kami dari sisi perusahaan akan taat pada proses hukum yang ada, seperti yang tadi disampaikam tadinya Kami berharap bisa diselesaikan hari ini tapi kami sangat memahami dan turut mendukung proses ini ditunda supaya semuanya lebih jelas," terangnya.

 

6 dari 6 halaman

15 Kreditur Menolak

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia berhasil memenangi tahapan pemungutan suara atau voting dalam proses Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang (PKPU) pada Jumat, 17 Juni 2022. Dengan hasil ini, maskapai pelat merah ini berhasil lolos dari ancaman pailit.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mencatat, kreditur konkuren yang menyetujui rencana perdamaian sebanyak 347 kreditur.

Angka ini setara 95,07 persen dari jumlah kreditur konkuren yang hadir dan dengan total suara sebanyak 12.162.455, yang secara bersama-sama mewakili 97,46 persen dari seluruh suara kreditur konkuren yang hadir dalam rapat hari ini.

"Akhirnya kita berhasil menghasilkan sebuah proposal perdamaian yang Alhamdulillah di terima oleh 96 persen (95,07%) kreditur yang hadir," ujar Irfan kepada wartawan, Jumat (17/6/2022).

Adapun, kreditur konkuren yang menolak rencana perdamaian sebanyak 15 kreditur. Angka ini setara 4,11 persen dari jumlah kreditur konkuren yang hadir dan dengan total suara sebanyak 302.528.

Sementara itu, kreditur konkuren yang abstain terkait rencana perdamaian sebanyak 3 kreditur. Atau setara 0,82 persen dari jumlah kreditor konkuren yang hadir dan dengan total suara sebanyak 14.449 yang secara bersama-sama mewakili 0,116 persen dari seluruh suara kreditor konkuren yang hadir dalam rapat Jumat ini.

Irfan menyampaikan, hasil voting ini menunjukkan kepercayaan yang sangat tinggi dari para kreditur terhadap rencana ke depan Garuda Indonesia yang termuat dalam proposal perdamaian. Dia pun berjanji, untuk menepati seluruh perjanjian yang tertulis dalam proposal perdamaian.

"Kepercayaan yang tinggi ini tentu saja membuat kami berbangga, tapi juga membuat beban baru. Bagi kami di Garuda Indonesia berupaya untuk memastikan janji yang kita sampaikan selama proses negosiasi baik itu tertulis