Sukses

Alkindo Naratama Kantongi Pendapatan Rp 407,3 Miliar pada Kuartal I 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) melanjutkan kinerja positif pada awal 2022. Sepanjang kuartal I 2022, perseroan membukukan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 70,8 persen yoy.

Alkindo Naratama meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 24,97 miliar selama tiga bulan pertama 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 14,61 miliar. Sementara itu, laba bersih tumbuh 33,93 persen menjadi Rp 25,18 miliar hingga kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 18,80 miliar.

Perseroan juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp 407,3 miliar atau naik 19,6 persen yoy pada kuartal I 2022.

Hal ini didorong oleh inovasi berkelanjutan ALDO pada bisnis kertas untuk sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), Food and Beverages (F&B), dan maraknya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seiring dengan berkembangnya e-commerce. Melihat peluang ini ALDO terus berinovasi untuk membuat produk-produk berkelanjutan.

Dengan melihat kinerja itu, perseroan membukukan laba bersih per saham dasar Rp 18,97 pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,29.

Perseroan mencatat ekuitas Rp 726,98 miliar pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 703,40 miliar. Total liabilitas perseroan Rp 611,34 miliar pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 507,40 miliar. 

Perseroan membukukan aset Rp 1,33 triliun hingga Maret 2022 jika dibandingkan Desember 2021 sebesar Rp 1,21 triliun. Perseroan kantongi kas dan bank mencapai Rp 99,37 miliar pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 96,16 miliar.

"Kami terus membuat terobosan baru dengan produk-produk ramah lingkungan dari ALDO. Melalui strategi yang kami jalankan ini, kami bangga dapat meraih kinerja yang optimal pada awal tahun ini,” ujar Presiden Direktur Alkindo Naratama Tbk, H. Sutanto, dikutip Kamis (26/5/2022).

Adapun pertumbuhan pendapatan pada kuartal I 2022 didorong oleh dua bisnis sub-grup ALDO, yaitu kertas dan kimia.

Faktor yang menjadi kontribusi terutama disumbangkan oleh bisnis sub-grup kertas. Diharapkan dengan sudah mulai pulihnya berbagai industri dan perekonomian ini menjadi peluang yang lebih besar bagi ALDO untuk terus meningkatkan kinerjanya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Produk Perseroan

Perseroan mencermati, adanya kemajuan bisnis online mengakibatkan perdagangan antar-pulau di Indonesia juga meningkat. Hal itu diikuti dengan permintaan kemasan sebagai wadah pengiriman barang yang diperdagangkan.

"Melihat hal ini ALDO hadir untuk mendukung industri FMCG dan e- commerce dalam rangka kegiatan bisnis online melalui produk kemasan ALDO," imbuh Sutanto.

Perseroan menyediakan produk kemasan kertas coklat yang ramah lingkungan. Produk terbaru ALDO, yakni paper bag sebagai tas belanja dan paper box untuk wadah makanan, obat-obatan, kosmetik, dan sebagainya.

ALDO juga baru saja meluncurkan inovasi produk berkelanjutan Hexcel Wrap untuk mengurangi sampah plastik di industri e-commerce. Hexcel Wrap ini merupakan pengganti gelembung plastik (bubble wrap) yang pertama di Indonesia yang terbuat dari dari kertas coklat (recycled paper) berbentuk struktur sarang lebah.

"Semoga melalui inovasi produk yang kami inisiasi ini dapat mendukung industri e-commerce diiringi dengan komitmen kami dalam lingkungan berkelanjutan, serta dapat memberikan kinerja yang optimal bagi ALDO,” kata Sutanto.

Sebagai informasi pada kuartal I 2022 pada sub-grup bisnis kertas ALDO memperoleh pertumbuhan yang secara kolektif naik sebesar 17,6 persen yoy. Di sisi lain, pada bisnis sub-grup kimia juga mengalami pertumbuhan pada kuartal I 2022 sebesar 23,1 persen yoy.

Melihat potensi yang cerah pada 2022 ini ALDO menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30 persen dan laba bersih sebesar 40 persen.

"Ke depannya melalui berbagai inovasi berkelanjutan yang dimiliki, ALDO optimis dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik. Kami juga akan terus memperluas pasar dan melihat berbagai peluang yang ada untuk terus berkembang dan bertumbuh lebih baik," ujar Sutanto.

 

3 dari 4 halaman

Alkindo Naratama Incar Laba Bersih Tumbuh 40 Persen pada 2022

Sebelumnya, perusahaan yang bergerak pada bisnis kertas dan bahan kimia yang terintegrasi, PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menargetkan laba bersih tumbuh 40 persen pada 2022.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Alkindo Naratama H. Sutanto melalui siaran persnya yang diterima Liputan6.com, ditulis Kamis, 17 Maret 2022.

Pada 2021, Alkindo Naratama membukukan laba bersih sebesar Rp 75,8 miliar, naik sebesar 50 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 50,6 miliar.

Sementara pendapatan 2022 ditargetkan bisa tumbuh sebesar 30 persen dibanding tahun lalu. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,42 triliun.

"Kami optimis dapat mencapai target tersebut, seiring dengan tingginya permintaan  dari bisnis kemasan (packaging) untuk pengiriman industri e-commerce," kata Sutanto.

Target pertumbuhan laba bersih dan pendapatan pada 2022 tersebut relatif lebih rendah dibanding pencapaian pertumbuhan laba bersih dan pendapatan perseroan pada  2021.

Tahun lalu, laba bersih Alkindo naik sebesar 50 persen menjadi sebesar Rp 75,8 miliar dibanding periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp 50,6 miliar.  Sementara pendapatan Alkindo naik sebesar 32 persen menjadi sebesar Rp 1,46 triliun pada 2021.

Sutanto berharap tren positif Perseroan dapat terus berlanjut juga di tahun ini dan kedepannya seiring prospek cerah industri kertas daur ulang dan pengemasan di Indonesia. Selain itu peluang yang masih luas juga ada di industri Polimer Berbasis Air.

Sepanjang 2021, bisnis sub-grup Kertas Perseroan menjadi kontributor utama pendapatan Alkindo dengan kontribusi sebesar 65 persen. Sebanyak 38 persen berasal dari ECO Paper dan sebanyak 27 persen dari Alkindo. Sedangkan sub-grup Kimia Perseroan menyumbang sisanya sebesar 35 persen (17 persen Swisstex, 18 persen ALFA).

"Sub-grup Kertas telah mendominasi penjualan bersih Alkindo sejak akuisisi ECO di tahun 2019. Penjualan di tahun 2021 masih didominasi oleh pasar domestik sebesar 95 persen dan sisanya 5 persen untuk pasar ekspor," kata Susanto.

4 dari 4 halaman

Kinerja 2021

Sutanto menambahkan pencapaian kinerja Alkindo pada 2021 tersebut tak terlepas dari inovasi dan strateginya untuk mengikuti perubahan tren pasar serta memenuhi kebutuhan industri.

Sejak dua tahun terakhir, Alkindo telah masuk ke industri kemasan makanan (paper box) dan tas berbahan baku kertas (paper bag) untuk mendukung pasar FMCG, food and beverages (F&B) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tumbuh signifikan di masa pandemi.

Dari sub-grup Chemical Alkindo yang terdiri dari PT Swisstex Naratama Indonesia (Swisstex) dan PT Alfa Polimer Indonesia (ALFA),  tetap memberi keuntungan dan dukungan positif bagi kinerja Akindo di masa depan.

Apalagi Alkindo telah merampungkan peningkatan kepemilikan saham di kedua anak usaha tersebut dari masing-masing sebesar 51 persen menjadi 99 persen, sehingga tahun ini Alkindo optimistis kontribusi  dari sub-group chemical akan mendorong pertumbuhan kinerjanya lebih baik lagi.

Total penjualan dari anak usaha PT Swisstex Naratama Indonesia (Swisstex) yang bergerak pada segmen kimia tekstil pada tahun lalu mencapai sebesar Rp243 miliar, atau turun 4 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Sementara penjualan segmen Polimer dari anak usaha PT Alfa Polimer Indonesia (ALFA) mencapai sebesar Rp265,2 miliar atau meningkat sebesar 53 persen YoY.

"Aksi korporasi berupa rights issue yang bertujuan untuk peningkatan investasi dan kepemilikan di sub-grup Kimia Alkindo juga akan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerjanya," kata dia.