Sukses

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Cermati Saham Pilihan dari BNI Sekuritas

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (23/5/2022) diprediksi menguat terbatas setelah akhir pekan lalu IHSG ditutup menguat pada level 6.918.14.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar menuturkan, IHSG berpotensi dalam tren netral selama di atas level 6.909, sehingga berpeluang menguat terbatas dan closing di atas 5 day MA (6.755).

"IHSG berpeluang menguat terbatas setelah closed di atas 6.909 dan candle high wave. Di sisi lain, indikator MACD Bearish, Stochastic netral & dominan sell power. Selama di atas 6.620, berpeluang menuju 6.888 DONE-6.986-7.040,” ujar Andri dalam risetnya, Senin, 23 Mei 2022.

Adapun level resistance pada hari ini berada di 6.965/7.032/7.090/7.150, sementara level support berada di 6.902/6.832/6.690/6.620, dengan perkiraan kisaran 6.760-6.990.

Sementara itu, Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra mengatakan, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tipis 0,03 persen, S&P 500 juga hanya naik 0,01 persen. Akan tetapi, di sisi lain indeks Nasdaq Composite mencatat penurunan sebesar 0,30 persen.

“Pergerakan yang variatif tersebut, bahkan dua bursa hanya mencatat kenaikan tipis akibat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap resesi,” ujar Maxi.

Di sisi lain bursa Eropa menguat signifikan, seperti FTSE 100 yang mengalami penguatan 1,19 persen. Data penjualan ritel Inggris naik 1,4 persen MoM pada April 2022.

Meskipun demikian bursa Eropa dalam seminggu terakhir mengalami koreksi 1,3 persen karena kekhawatiran terhadap inflasi dan laporan keuangan perusahaan ritel AS yang mengecewakan.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Seiring dengan kondisi tersebut, investor dapat mencermati saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE).

Saham TLKM direkomendasikan akumulai buy dengan target target 4.230/4.290 stoploss di bawah 4.120/4.000. Sedangkan saham UNVR direkomendasikan buy pada harga 5.000-5.050 dengan  target 5.125/5.275 dan stop loss di bawah 4.850/4.690.

Aksi buy juga bisa dilakukan pada saham INDF di atas 6.450 dengan target 6.575/6.650 stop dan loss di bawah 6.275, sementara saham CARE direkomendasikan trading buy dengan target 545/555 stop loss di bawah 500.

 

Disclaimer:Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi. 

2 dari 3 halaman

IHSG Melejit 4,8 Persen pada 17-20 Mei 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signikan pada periode 17-20 Mei 2022. IHSG naik 4,85 persen selama sepekan.

IHSG naik ke posisi 6.918,14 pada pekan ini dari pekan sebelumnya 6.597,99. Hal tersebut juga diikuti kapitalisasi pasar yang naik 3,23 persen menjadi Rp 9.150,62 triliun dari pekan lalu Rp 8.864,56 triliun.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa bertambah 4,84 persen menjadi 22,61 miliar saham dari 21,57 miliar saham pada penutupan pekan lalu. Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (21/5/2022).

Di sisi lain, rata-rata frekuensi harian bursa melemah 6,76 persen menjadi 1.414.820 dari 1.517.364 pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian juga susut 17,08 persen menjadi Rp 16,95 triliun dari Rp 20,45 triliun pada pekan lalu.

Investor asing membukukan nilai beli bersih Rp 223,63 miliar pada Jumat, 20 Mei 2022. Sepanjang 2022, investor asing membukukan beli bersih Rp 62,91 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG selama sepekan dipengaruhi oleh rilis data neraca perdagangan yang surplus didukung tingginya ekspor komoditas yang diipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) mengalami surplus berturut-turut selama 2 tahun terakhir. Per April 2022, NPI mencatat surplus sebesar USD 7,56 miliar.

“Sentimen tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor akan ancaman perlambatan ekonomi AS dan global akibat tingginya inflasi dan agresifnya kebijakan moneter The Fed,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

Ia menambahkan, dari sisi teknikal, pergerakan IHSG ini adalah technical rebound akibat penurunan yang agresif pada pekan sebelumnya.

“Jumat kemarin, IHSG ditutup menguat dan masih inline dgn analisa teknikal yang kami berikan, dari sisi lain penguatan ini terjadi ditengah koreksi bursa AS dan kami perkirakan penguatan tersebut juga terjadi karena adanya pencabutan larangan ekspor CPO oleh pemerintah,” ujar dia.

Untuk pekan depan, secara teknikal, Herditya perkirakan pergerakan IHSG berpeluang menguat terbatas dan rawan terkoreksi, dr sisi lain juga akan ada rapat dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan 7DRRR akan tetap di level 3,5 persen.

Di sisi lain pada pekan ini, BEI kedatangan Perusahaan Tercatat ke-20 pada 2022, yaitu PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) yang tercatat pada Papan Akselerasi BEI pada pekan ini. OLIV bergerak pada sektor Consumer Cyclicals dengan sub sektor Household Goods. Adapun Industri dari OLIV adalah Household Goods dengan sub industri Home Furnishings.