Sukses

Menelisik Potensi Pergerakan IHSG Pekan Depan dan Saham Pilihannya

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat selama empat hari berturut-turut sepanjang pekan ketiga Mei 2022. Pada Jumat (20/5/2022), IHSG kembali ditutup menguat 1,39 persen atau 94,81 poin ke 6.918,14 atau naik 4,85 persen dalam sepekan.

Lantas bagaimana prediksi pergerakan IHSG pekan depan dan saham pilihan yang perlu dicermati? 

Chartist Maybank Kim Eng, Satriawan CTA dalam webinar Indonesia Investment Education (IIE), Sabtu (21/5/2022) memberikan prediksi pergerakan IHSG pekan depan. 

Dalam skenario Bullish, Satriawan menjelaskan selama IHSG masih berada di atas 6.900, IHSG masih ada potensi naik lagi menyentuh 7.200 hingga 7.300. 

“Jadi selama nanti IHSG masih berada di atas 6.900, kita melihat masih ada potensi untuk naik lagi. Jadi, next-nya, mungkin tutup gap di sekitar 7.200-an, tapi kalau misalnya lebih jauh mungkin kita melihatnya ada potensi rounding bottom itu targetnya di 7.300,” jelas Satriawan. 

Adapun untuk skenario bearish, Satriawan mengungkapkan IHSG bisa jatuh di kisaran 6.450 atau 6.400. 

“Waktu sebelum lebaran sebenarnya sudah enggak enak tapi IHSG tidak langsung turun tapi masih sideways. Namun ternyata turunnya ditahan sampai sesudah lebaran. Jika nanti IHSG tidak bisa break di 6.900 atau 7.000, rebound-nya sudah selesai, IHSG ada potensi koreksi lagi, targetnya di bawah low kemarin di 6.509. Jadi di sekitar 6.450 atau 6.400,” ungkap Satriawan.

 

2 dari 2 halaman

Saham Pilihan

Seiring dengan kondisi tersebut, Satriawan memberikan beberapa saham pilihan yang dapat dicermati. Investor dapat melakukan buy pada saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target pertama di 32.000 dan target kedua 34.200. Sedangkan untuk Stop loss berada di harga 27.700.

Investor juga dapat melakukan buy saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan target pertama di 2.650 dan target kedua 2.800. Sedangkan untuk Stop loss berada di harga 2.250.

Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga dapat dibeli dengan target pertama di 35.000 dan target kedua 40.000. Sedangkan untuk Stop loss berada di harga 29.500.

Saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) juga dapat dibeli oleh investor dengan target pertama di 2.200 dan target kedua 2.430. Sedangkan untuk Stop loss berada di harga 1.950.

Kemudian untuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), investor dapat melakukan sell dengan target pertama di 7.200 dan target kedua di 6.900. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.