Sukses

Bakal Rights Issue, Saham SDRA Melonjak 25 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) naik signifikan di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah terbatas. Selain itu, perseroan akan melaksanakan rights issue.

Mengutip data RTI, saham SDRA naik 25 persen ke posisi Rp 900 per saham. Saham SDRA dibuka naik 15 poin ke posisi Rp 735 per saham. Saham SDRA berada di posisi tertinggi Rp 900 dan terendah Rp 735 per saham.

Total frekuensi perdagangan 2.925 kali dengan volume perdagangan 93.853. Nilai transaksi harian saham Rp 8,2 miliar.

Sementara itu, laju IHSG melemah terbatas 0,14 persen ke posisi 6.088. Indeks LQ45 melemah 0,85 persen ke posisi 830,70. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) akan melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)  (PMHMETD III) atau rights issue. Bank Woori akan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,68 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Jumlah itu sebanyak-banyaknya 25,79 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah rights issue.

Woori Bank Korea selaku pemegang saham utama perseroan yang memiliki 5.256.690.211 yang mewakili 79,88 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penih dalam perseroan telah menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam rights issue.

Jika saham baru yang ditawarkan dalam rights issue ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik, sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya.

Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham baru yang belum dilaksanakan, seluruh sisa saham baru yang tersisa akan dibeli oleh Woori Bank sebagai pembeli siaha.

Pemegang saham perseroan yang tidak memakai haknya untuk membeli saham baru dalam rights issue tersebut, kepemilikan sahamnya dalam perseroan dapat terdilusi sebanyak-banyaknya sebesar  28,94 persen.

Bank Woori Saudara akan memakai dana hasil rights issue antara lain sekitar 50 persen untuk kebutuhan pengembangan usaha yaitu pemberian kredit berupa kredit korporat dan konsumer. Sekitar 40 persen akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang bank.

Saat ini pemegang saham Bank Woori Saudara antara lain Woori Bank Korea sebesar 79,88 persen, Arifin Panigoro sebesar 9,6 persen, dan publik sebesar 10,52 persen.

2 dari 3 halaman

Jadwal Sementara Rights Issue

Jadwal sementara rights issue:

-Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada: 14 Juli 2021

-Tanggal pernyataan pendaftaran HMETD menjadi efektif pada: 1 September 2021

Tanggal Terakhir Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh HMETD: 13 September 2021

 Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD (Cum-Right):

- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 9 September 2021

- Pasar Tunai 13 September: 2021

Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex-Right):

- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi:10 September 2021

- Pasar Tunai: 14 September 2021

Distribusi HMETD: 14 September 2021

Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia :15 September 2021

Periode Perdagangan HMETD: 15 – 22 September 2021

Periode Pendaftaran, Pembayaran dan Pelaksanaan HMETD :15 – 22 September 2021

Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD: 17 – 24 September 2021

Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Tambahan Saham: 24 September2021

Tanggal Penjatahan Pemesanan Tambahan Saham: 27 September 2021

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Tambahan Saham: 29 September 2021 Tanggal Pembayaran Pembeli Siaga: 30 September 2021

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini