Sukses

Bursa Saham Asia Melonjak Menyusul Berita Positif Pengembangan Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham di kawasan Asia Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa ini . Investor bereaksi terhadap perkembangan positif dari vaksin virus Covid-19.

Mengutip CNBC, Selasa (10/11/2020), indeks saham Nikkei 225 Jepang naik 1,46 persen di awal perdagangan. Sedangkan indeks saham Topix juga naik 1,84 persen.

Di Korea Selatan, Kospi berada di atas garis datar. Saham di Australia juga naik dengan S&P/ASX 200 naik 1,49 persen.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang yang menjadi patokan bursa Asia diperdagangkan 0,13 persen lebih tinggi.

Di sisi data ekonomi, indeks harga konsumen China dan indeks harga produsen untuk Oktober akan dirilis sekitar pukul 9:30 pagi waktu singapura.

Fokus investor saham pada perdagangan selasa ini tertuju pada pengumuman Pfizer dan BioNTech yang menyatakan vaksin virus Covid-19 yang sedang mereka kembangkan lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19.

Tingkat kemanjuran dari vaksin tersebut dilaporkan lebih tinggi dari yang diharapkan. Para ilmuwan mengharapkan vaksin virus corona yang setidaknya 75 persen efektif. Sedangkan vaksin ini mencapai lebih dari 90 persen.

Bursa saham di Amerika Serikat melonjak karena berita itu. Hal ini pun juga diiukti dengan bursa Asia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Berita Positif Vaksin Pfizer Bawa Bursa Saham AS Melonjak, Dow Jones Naik 800 Poin

Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 yang merupakan indeks acuan di bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak tajam pada penutupan perdagangan senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Lonjakan ini terjadi karena investor menyambut gembira uji coba vaksin Covid-19 oleh Pfizer dan BioNTech yang menunjukkan hasil 90 persen efektf.

Saham-saham maskapai penerbangan dan saham-saham terkait perjalanan mencatatkan kenaikan terbesar.

Mengutip CNBC, Selasa (10/11/2020), Dow Jones ditutup melonjak 834,57 poin atau naik 2,95 persen menuju 29.157,97. Angka ini merupakan kenaikan salam sehari terbesar sejak 5 Juni. Di awal sesi indeks acuan ini sempat mencapai angka tertinggi sepanjang masa dengan naik hampir 5,7 persen.

Sedangkan indeks S&P 500 melonjak 1,2 persen menjadi 3.550,50. Indeks ini juga mencapai tertinggi sepanjang masa intraday.

Namun sayangnya, Nasdaq Composite ditutup lebih rendah 1,5 persen pada 11.713,78. Penyebabnya karena pelaku pasar beralih dari saham-saham teknologi ke saham lainnya.

Pengumuman uji coba vaksin oleh Pfizer dan BioNTech dilihat oleh pelaku Wall Street sebagai tanda bahwa industri farmasi mungkin segera memiliki cara untuk mengendalikan penyakit yang telah menekan ekonomi AS selama 2020. Pandemi Covid-19 telah menewaskan lebih dari 230.000 orang Amerika.

“Saya pikir reli ini cukup masuk akal. Saya pikir kita akan memulai diskusi baru dan pembahasannya adalah seperti apa Amerika setelah Covid," kata pembawa acara Mad Money CNBC Jim Cramer.

Ujin coba dari Pfizer dan BioNTech Jerman ternyata lebih baik dari yang diharapkan pasar. Dr Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, telah mengatakan bahwa vaksin yang efektif 50 persen hingga 60 persen sudah bisa diterima.

Saham-saham perusahaan perjalanan, restoran, dan perhotelan yang mengalami tekanan selama ini langsung melonjak dan mencetak reli terkuat pada persagangan Senin setelah pengumuman Pfizer.