Sukses

The Fed Beri Sinyal Soal Kenaikan Suku Bunga, Bursa Asia Menguat

Liputan6.com, Tokyo - Saham-saham di kawasan Asia Pasifik (Bursa Asia) menguat untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir. Penguatan terjadi setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed memberikan sinyal bahwa kebijakan pengetatan moneter akan dilakukan secara bertahap.

Mengutip Bloomberg, Kamis (18/6/2015), Indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,4 persen menjadi 146,61 pada pukul 09.01 waktu Tokyo, Jepang. Indeks Topix Jepang tergelincir 0,2 persen karena Bank of Japan memulai pertemuan untuk membicarakan kebijakan moneter.

Indkes S&P/ASX 200 Australia turun 0,1 persen. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,6 persen dan indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0, 1 persen setelah pertumbuhan ekonomi negara tersebut lebih rendah dari perkiraan awwal.

The Fed mempertahankan perkiraan untuk kenaikan suku bunga acuan ke level 0,625 persen pada tahun ini. Namun memang, The Fed belum bisa yakin kapan kebijakan tersebut akan dilaksanakan.

Alasan yang mendasarinya adalah data ekonomi mengenai pertumbuhan pekerjaan yang mengalami kenaikan dan angka klaim pengangguran yang turun membuat The Fed cukup yakin untuk menaikkan suku bunga karena memang dari data tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika pada kuartal II 2015 ini lebih baik jika dibanding dengan kuartal I 2015.

Namun jika dilihat angka inflasi, sampai saat ini angka inflasi yang tercatat belum sesuai dengan target yang ditentukan oleh The Fed. Padahal The Fed harus mendapat keyakinan dari dua data ekonomi tersebut.

"Gubernur The Fed, Janet Yellen sepertinya cukup hati-hati dalam berkomentar dalam kebijakan pengetatan moneter," tutur Kepala Riset  Fidelity Worldwide Investment, David Buckle.