Liputan6.com, Jakarta - Kinerja pasar modal Indonesia diperkirakan akan terus mengalami tekanan sampai akhir 2015 ini. Salah satu sentimen yang menjadi penekan kinerja pasar modal nasional adalah kinerja pertumbuhan ekonomi yang kemungkinan besar tidak akan mencapai target pemerintah.
Head of Equity PT Mandiri Sekuritas, John Rahmat menjelaskan, kinerja pasar modal yang tercermin dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak side way atau bahkan minus jika dibandingkan dengan penutupan tahun lalu yang ada di level 5.226,95.
"Jika dibandingkan pada tahun lalu akan minus. Mungkin sekarang side way terus turun," kata dia di Jakarta, Kamis (28/5/2015). Sayangnya John tidak mengungkapkan perkiraan level IHSG sampai akhir 2015.
Ia melanjutkan, ada sejumlah sentimen yang mewarnai kinerja IHSG sampai akhir tahun nanti. Di antaranya, proyeksi perekonomian dalam negeri yang diperkirakan tidak terlalu baik.
Pelemahan pertumbuhan ekonomi tersebut memang sudah terlihat. Berdasarkan data Badan Pusat Statisitik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2015 mencapai 4,71 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau turun dibandingkan kuartal I 2014 sebesar 5,21 persen.
Pertumbuhan ekonomi mengalami tekanan karena dipengaruhi melemahnya perekonomian di China. Penyebab lainnya pelemahan harga minyak mentah dunia. Kemudian penurunan nilai ekspor dan impor di kuartal I dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.
John mengatakan, laba yang dibukukan oleh emiten yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar juga bakal menjadi sentimen penekan IHSG. "Penampilan laba perusahaan tidak mendukung valuasi yang setinggi sekarang," ujar dia.
Pada kuartal I 2015 ini, beberapa emiten besar memang membukukan kinerja yang tak terlalu baik. Contohnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang hanya mampu mencatatkan kenaikan laba 4,8 persen menjadi Rp 5,36 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan pertumbuhan laba 3,5 persen menjadi Rp 6,14 triliun.
Sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kenaikan laba 14 persen menjadi Rp 796,8 miliar.
Tak berhenti di situ, merebaknya isu bongkar pasang jabatan atau reshuffle juga mempengaruhi kinerja IHSG. Hal ini mengingat, jabatan pemerintah menentukan arah perekonomian ke depan.
John mengatakan, faktor terakhir ialah kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). John beranggapan kenaikan suku bunga The Fed tidak akan terjadi pada tahun ini.
Alasannya, inflasi Amerika Serikat (AS) tidak terlalu tinggi, lalu pertumbuhan ekonomi di kuartal I hanya 0,2 persen. John bilang, sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan minus sehingga The Fed menunda kenaikan suku bunga. "Faktor global meski Fed fund rate tidak akan naik sampai tahun depan, akan ada gelombang ketakutan lagi, akan berdampak besar pada rupiah," ujarnya.
Untuk saat ini, laju IHSG diperkirakan masih mendatar. Namun, geraknya akan berubah menimbang sentimen mana yang lebih cepat menghantam indeks saham. "Mungkin sekarang side way terus turun, kalau laba Juli keliatan, kalau katalisnya reshuffle lebih cepat, kalau Fed fund rate September," tandas dia. (Amd/Gdn)
Hingga Akhir 2015, Gerak IHSG Bakal Terus Tertekan
Pada kuartal I 2015 kemarin, beberapa emiten besar atau yang tergolong blue chip memang membukukan kinerja yang tak terlalu baik.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/735039/original/076050100_1410332507-i2.jpg)
Perbesar
Advertisement
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Simak Artikel Lain Tentang Indeks IHSGLihat Semua
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam17 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
- Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
- The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026, Saat Sisa Material Menemukan Makna Baru1 minggu yang lalu
- Ubah Purun Jadi Tech Organizer, Inovasi Hijau Selamatkan Gambut Kalimantan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
- PLTS Atap 416 kWp Terpasang di RS Mardi Rahayu, Operasional 24 Jam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
- Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
- Limbah Pertanian Tak Terbuang, Warga Sumbar Olah Jadi Produk Bernilai1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277617/original/021298300_1672400413-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497601/original/069263100_1770638743-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309669/original/058761600_1785236106-saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)