Liputan6.com, Jakarta - Penyelundupan 670 ekor burung tanpa dokumen karantina berhasil digagalkan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Lampung bersama tim gabungan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Pengungkapan dilakukan dalam operasi gabungan Karantina Lampung, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, dan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) pada Senin (13/7/2026). Petugas memeriksa kendaraan yang akan menyeberang menuju Pulau Jawa.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pelabuhan Bakauheni Karantina Lampung, Ahmad Setianegara, mengatakan pemeriksaan sekitar pukul 20.00 WIB mengarah pada sebuah bus yang membawa ratusan burung di dalam bagasi bawah.
Advertisement
"Petugas menemukan 670 ekor burung yang disembunyikan di bagasi bersama barang bawaan penumpang," kata Ahmad, Jumat (17/7/2026).
Dari hasil identifikasi, burung yang diamankan terdiri atas 240 ekor pentet, 180 ekor jalak kebo, 180 ekor cerucuk, 30 ekor pelatuk beras, 25 ekor perenjak, sembilan ekor cipoh, lima ekor ciblek, dan satu ekor glatik batu.
Ahmad mengatakan, seluruh satwa tersebut berasal dari Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dan rencananya akan dikirim ke kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Namun, seluruh burung tersebut tidak dilengkapi Sertifikat Veteriner sebagai persyaratan karantina sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Selain itu, pengiriman satwa tersebut juga tidak dilaporkan kepada petugas karantina sebelum dilalulintaskan sehingga seluruhnya langsung ditahan.
"Setelah melalui proses penahanan, identifikasi, dan serah terima, ratusan burung tersebut kemudian dilepasliarkan di kawasan Hutan Register 3 Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan," jelasnya.
Â
Sinergi
Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan keberhasilan menggagalkan pengiriman tersebut merupakan hasil sinergi berbagai instansi dalam memperketat pengawasan lalu lintas satwa di Pelabuhan Bakauheni.
"Melalui pemeriksaan bersama, kami dapat mendeteksi dan menggagalkan upaya pengiriman satwa tanpa memenuhi persyaratan karantina sebelum keluar dari wilayah Sumatera," ujar Donni.
Donni menegaskan, dokumen karantina merupakan persyaratan penting untuk memastikan lalu lintas satwa berlangsung secara legal dan aman, sekaligus mencegah penyebaran hama serta penyakit hewan ke daerah lain.
Donni mengungkapkan, sepanjang 2026 Karantina Lampung telah mengamankan 2.406 ekor satwa dari berbagai upaya pengiriman yang melanggar ketentuan.
"Capaian ini menunjukkan pengawasan bersama KSKP, BKSDA, JSI, dan para pemangku kepentingan semakin efektif. Kami akan terus memperkuat sinergi untuk menjaga kelestarian satwa sekaligus memastikan lalu lintas satwa antarwilayah sesuai ketentuan karantina," ungkapnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299546/original/056513500_1784263210-Screenshot_2026-07-17_111351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300002/original/049129000_1784283167-1001467611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299908/original/050735200_1784278434-000_B8U93QE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297102/original/031972000_1784078886-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299466/original/011004700_1784258669-000_B8YD28N.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298637/original/010650700_1784178420-INGGRIS_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287272/original/017051900_1783206951-pra1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261871/original/084253600_1781761058-1001371513.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260466/original/085521800_1781596425-20894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7611120/original/049823800_1780396445-704669.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7521598/original/080834400_1780294430-IMG-20260601-WA0042.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7451226/original/075075200_1780226268-697891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/7243749/original/065347800_1780029460-modus-licik-wn-cina-selundupkan-17-5-kg-emas-di-ri-disembunyikan-di-koper-mi-instan-cf3031.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7018825/original/064989700_1779792280-20260526_135619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6960479/original/076080900_1779726324-1001291107.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6597831/original/067072200_1779435331-1463705fa06b3ea8d6b889979a5ce262-whatsapp-image-2026-05-22-at-09-24-17.jpeg)