Wali Kota Bandung Farhan Jawab Kekecewaan Dedi Mulyadi

Setelah melakukan evaluasi lebih lanjut, Farhan menilai kinerja petugas penyapu jalan memang tidak efektif. Dia menemukan adanya sejumlah permasalahan yang dilakukan petugas penyapu jalan.

Diterbitkan 23 April 2026, 19:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjawab kekecewaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Farhan mengakui kinerja penyapu jalan yang berjumlah 1.500 orang tidak memberikan perubahan signifikan.

Dia juga mengakui, fungsi pengawasan serta pendataan petugas penyapu jalan selama ini tidak dilakukan secara digital atau masih manual. Farhan mengaku telah berdiskusi dengan Dedi Mulyadi soal permasalahan kebersihan di Kota Bandung. Termasuk mengenai efektivitas kinerja 1.500 penyapu jalan. 

"Saya konsultasi berdua dengan Pak KDM (Dedi Mulyadi) dalam sekali. Nah, maka saya kemudian harus menemukan evidence (bukti) dulu," ucap Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (23/4/2026). 

Setelah melakukan evaluasi lebih lanjut, Farhan menilai kinerja petugas penyapu jalan memang tidak efektif. Dia menemukan adanya sejumlah permasalahan yang dilakukan petugas penyapu jalan. 

Dia menceritakan, pada 19 April 2026 Pemkot Bandung meluncurkan program percobaan 'Anu Sasapu Bandung’. Semua camat, lurah turun di 46 titik. Dari situ, Farhan melihat penyapu jalan tidak disiplin. 

“Saya ningali (lihat), oh ternyata benar, memang efektivitasnya rendah ya. Ketika saya minta datang jam 4 pagi, datangnya tidak jam 4. Harusnya jam 6 tuh harus sudah bersih masih banyak yang yang belum bersih," kata dia.

Mengatasi hal ini, Pemkot Bandung akan berkolaborasi dengan menurunkan petugas penyapu jalan tambahan yang dibagi menjadi tiga waktu kerja. Bahkan, kontrol petugas penyapu jalan akan dilakukan secara digital guna efektivitas kinerja.

"Nanti provinsi akan menurunkan pasukan sapu-sapu juga ya dalam dua shift kita akan membantu dalam satu shift yang ketiga. Semuanya nanti akan dilacak menggunakan aplikasi Itu. Secara bertahap sekaligus, dan acara atau program sasapu untuk wali kota, camat, lurah di seluruh Kota Bandung setiap hari Minggu jam 4 pagi jalan terus," ucap dia.

Dedi Mulyadi: 1.500 Penyapu Jalan Tapi Tidak Kelihatan

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 orang petugas penyapu jalan di Kota Bandung. Dia juga menduga, tidak sedikit petugas yang hanya mengambil bayarannya saja. 

"Jadi saya lihat yang dari 1.500 itu mungkin hanya tanda tangan aja tapi kerjanya enggak. Coba kalau 1.500 disebar di Kota Bandung kan kelihatan, sekarang tidak kelihatan," ujar Dedi.

Dalam pandangannya, lingkungan di Kota Bandung seharusnya menjadi lebih bersih dan tertata dengan adanya penyapu jalan 1.500 orang. Karena itu, dia mempertanyakan efektivitas program yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung tersebut. 

"Saya undang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, problemnya di penyapu (jalan) yang ada 1.500 tapi menurut saya tidak berfungsi dengan baik. Ini mau saya ajak ketemu untuk dipetakan. Yang 1.500 itu dalam hitungan saya itu bisa 1 orang hanya 300 meter daerah garapannya," kata Dedi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menambah personel kebersihan untuk membantu penanganan di wilayah Kota Bandung. Sebanyak 100 petugas tambahan disiapkan untuk memperkuat kerja di lapangan.

"Ketika berhenti jalan provinsinya, sekarang ada 100 lagi tambahan tenaga kebersihan Provinsi Jabar yang akan ditempatkan di Kota Bandung," kata Dedi.

Pengelolaan kebersihan di sejumlah ruas jalan Kota Bandung akan diambil ali oleh pemerintah provinsi untuk ke depannya. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat perbaikan kondisi kebersihan Bandung.

"Jadi jalan provinsi dan sebagian jalan Kota Bandung untuk nanti dikelola oleh provinsi, tenaga kebersihannya oleh provinsi. Jadi nanti Insya Allah Bandung dalam sebulan ini pasti bersih," kata dia.