Geger Dukun Abal-abal di Sinjai, Ritual Serupa Gerakan Salat Atasi Tulang Sangkut di Tenggorokan

Dukun Abal-abal di Sinjai itu kini minta maaf setelah videonya viral.

OlehFauzan
Diterbitkan 30 Maret 2026, 21:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Video seorang video seorang pria mengaku dukun asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bernama Risal, menjadi sorotan publik. Dalam rekaman tersebut, ia memperagakan ritual pengobatan alternatif yang dinilai tidak lazim. Gerakan ritual yang diperlihatkannya seperti gerakan salat dan disertai bacaan mantra yang dianggap tidak pantas.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Desa Era Baru, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Meski direkam beberapa hari sebelumnya, video tersebut baru ramai diperbincangkan pada Minggu (29/3/2026).

 

Ritual Atasi Tulang Ikan Tersangkut

Dalam video yang beredar, Risal tampak mengenakan songkok recca, kaos hitam, dan sarung hitam. Ia berdiri di depan baskom berisi air, lalu menoleh ke kanan dan kiri sambil terus berkomat-kamit. Setelah itu, ia mengangkat tangan menyerupai takbir dan melanjutkan dengan gerakan seperti rukuk.

Selain ritual tersebut, Risal juga disebut mengajarkan mantra kepada ibu-ibu untuk mengatasi tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan. Namun, isi mantra itu dinilai tidak pantas karena mengandung penyebutan alat kelamin dalam bahasa Bugis, dengan perbedaan bacaan antara laki-laki dan perempuan.

 

Penjelasan Polisi

Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan akan memeriksa yang bersangkutan.

“Yang pasti kami lakukan monitoring dan pengawasan terkait video yang viral tersebut. Kami juga sudah menjadwalkan pemeriksaan yang bersangkutan,” ujar Adi Asrul, Senin (30/3/2026).

Ia juga memastikan telah berkomunikasi langsung dengan Risal dan meminta klarifikasi atas video tersebut.

“Lokasinya itu di Desa Era Baru. Kejadian sudah beberapa hari lalu, kemarin baru viral. Tapi untuk memastikan kejadiannya itu saya undang yang bersangkutan (Risal),” katanya.

“Saya sudah komunikasi. Saya minta bikin video klarifikasi soal video itu,” tegasnya.

 

Pelaku Minta Maaf

Menindaklanjuti hal tersebut, Risal akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui video klarifikasi yang beredar. Ia mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya memohon maaf atas video saya yang viral. Saya pribadi tidak mengulangi lagi,” ujar Risal.

Di sisi lain, Ketua I MUI Sinjai, Ustaz Fadhlullah Marzuki, menilai praktik tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat dan mencederai nilai-nilai agama.

“Mencampurkan kalimat mulia dengan kata-kata yang tidak pantas itukan mencederai nilai-nilai prinsip agama. Dalam hal ini agama memiliki aturan yang jelas terkait adab dan tata cara berdoa,” sebutnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih metode pengobatan alternatif.

“Kami bukan berarti menghalang-halangi mata pencaharian orang, namun kami sangat sayangkan caranya. Kami mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam penggunaan doa, terutama ketika disampaikan kepada masyarakat luas,” bebernya.

Fadhlullah juga menyebut telah bertemu langsung dengan Risal dan menerima permintaan maaf tersebut.

“Saya telah bertemu Risal dan telah meminta maaf ke publik. Allah saja bisa memaafkan, apalagi kita sesama manusia, kita mengambil hikmah bahwa siapapun bisa berbuat salah dan khilaf,” sambungnya.