SAR Fokuskan Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Dua Jalur Evakuasi Disiapkan

Tim SAR Gabungan memfokuskan operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang ke kawasan Gunung Bulusaraung

OlehFauzan
Diterbitkan 17 Januari 2026, 22:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR Gabungan memfokuskan operasi pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang ke kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Fokus pencarian dilakukan menyusul sejumlah indikasi kuat, mulai dari laporan visual titik api hingga kesesuaian ketinggian lokasi dengan data hilang kontak pesawat.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah dilakukan briefing bersama unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya.

"Setelah briefing, kami memutuskan untuk memfokuskan pencarian di kawasan Gunung Bulusaraung. Saat ini kami telah memberangkatkan dua tim dari Makassar, dibantu tim di lapangan bersama Bupati dan Wakil Bupati, menuju Balocci. Dari sana, satu tim bergerak ke arah Bulusaraung,” ujar Andi Sultan, Sabtu (17/1/2026) malam.

Sultan memastikan bahwa proses pencarian tidak dihentikan meski malam hari. Dia juga bilang bahwa seluruh tim SAR gabungan masih bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi titik ditemukannya serpihan.

"Pencarian malam ini tetap berlangsung dan belum ditutup. Saat ini teman-teman dari tim SAR gabungan masih dalam perjalanan menuju lokasi yang diduga ditemukan serpihan," jelasnya.

Andi Sultan menyebutkan, tim akan menyesuaikan pergerakan dengan kondisi cuaca dan keamanan medan. Apabila tidak memungkinkan mencapai puncak pada malam hari, tim akan bermalam di Pos 3 jalur pendakian Gunung Bulusaraung.

"Kalau cuaca memungkinkan, kami akan langsung ke puncak. Jika tidak, tim akan berkem di Pos 3 agar besok pagi bisa langsung melakukan pencarian ke puncak," katanya.

Dua Jalur Evakuasi

Dalam mendukung operasi pencarian, Basarnas dan tim SAR gabungan telah memetakan dua jalur akses utama untuk melakukan evakuasi jika lokasi pesawat telah ditemukan. Dua lokasi itu yakni melalui Lempeso serta jalur Camba–Cenrana. Kedua jalur tersebut akan digunakan secara fleksibel sesuai kondisi lapangan.

Selain itu, posko utama akan diperkuat dan posko tambahan juga disiapkan di Balocci guna mempercepat koordinasi dan distribusi personel.

"Kami sudah memetakan dua jalur akses. Tim medis juga sudah kami siagakan di Balocci. Jalur yang digunakan nantinya akan menyesuaikan kondisi cuaca dan faktor keamanan agar proses evakuasi bisa berjalan cepat," ungkap Andi Sultan.

Titik Hilang Kontak Diduga di Bulusaraung

Andi Sultan menjelaskan bahwa fokus pencarian di Bulusaraung juga didasarkan pada kesesuaian antara titik hilang kontak pesawat dengan karakteristik geografis wilayah tersebut.

"Titik lost contact yang kami terima dari AirNav berada di koordinat sekitar 4 derajat 57 menit 6,64 detik Lintang Selatan dan 119 derajat 43 menit 23,58 detik Bujur Timur," jelasnya.

Berdasarkan data AirNav, pesawat dilaporkan hilang kontak pada ketinggian sekitar 4.000 feet atau kurang lebih 1.300 meter di atas permukaan laut. Sementara ketinggian Gunung Bulusaraung berada di kisaran 1.300 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.

"Kalau kita bandingkan, ketinggiannya hampir sama. Ini juga selaras dengan laporan visual adanya titik api yang terpantau dari udara serta informasi masyarakat," ujar Andi Sultan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh temuan masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan sebelum dilakukan verifikasi langsung di lapangan.

"Kami belum bisa memastikan apakah temuan yang ada merupakan bagian dari pesawat. Gambar-gambar yang beredar di media sosial juga belum bisa kami konfirmasi kebenarannya sebelum tim tiba dan melakukan pengecekan langsung," tegasnya.