Puncak Arus Balik Nataru di Selat Sunda dan Selat Bali Diprediksi 2–3 Januari 2026

ASDP Indonesia Ferry mewaspadai cuaca ekstrem selama arus balik Nataru, khususnya dilintasan Selat Sunda dan Selat Bali, sebagai lintasan tersibuk.

Diterbitkan 01 Januari 2026, 19:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di lintasan Pelabuhan Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026.

Saat ini, sebanyak 28 kapal feri beroperasi. Namun, ketika terjadi kepadatan, jumlah kapal dapat ditambah hingga 33 kapal di lintasan Merak–Bakauheni dan 34 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

"Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Seluruh langkah antisipatif telah disiapkan, dan kesiapsiagaan terus dijaga untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa selama periode tersebut," ujar Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, Kamis, (1/1/2025).

ASDP Indonesia Ferry mewaspadai cuaca ekstrem selama arus balik Nataru, khususnya dilintasan Selat Sunda dan Selat Bali, sebagai lintasan tersibuk.

Perusahaan plat merah itu mengaku terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca. Kemudian mengikuti perintah dari KSOP, terkait kelayakan berlayar.

"Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu mencermati informasi cuaca terkini dan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan apabila kondisi perairan tidak memungkinkan, demi keselamatan dan kenyamanan bersama," terangnya.

 

Data ASDP

Berdasarkan data terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry, telah terjadi arus penyebrangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak, yakni sebanyak 24.020 orang, meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Total kendaraan yang menyeberang mencapai 5.749 unit atau tumbuh 3,7 persen. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.317 unit atau naik 19,6 persen, serta bus sebanyak 277 unit atau meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat puncak arus balik dari Sumatera menuju Jawa terjadi, sejumlah persiapan dan rekayasa lalu lintas telah disiapkan PT ASDP, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

"Upaya tersebut meliputi penerapan delaying system di sejumlah titik buffer zone, skema tiba bongkar berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi terkait," jelasnya.