Kronologi 4 Petani di Kota Serang Tewas Tersambar Petir

Hujan deras memaksa para petani berteduh di gubuk kecil di tengah sawah. Namun cuaca malah makin memburuk.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 13:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Serang - Nasib nahas dialami para petani di Kecamatan Kasemen, Kota Serang Banten. Mereka tersambar petir hingga mengakibatkan empat orang di antaranya meninggal dunia saat beraktivitas di area persawahan Lingkungan Wadas Badamusalam Barat pada Selasa (2/12/2025) kemarin. 

Kapolsek Kasemen Iptu Nasihin di Serang, Rabu (3/12/2025) mengatakan, peristiwa itu bermula saat para korban sedang beraktivitas membersihkan rumput liar di sawah.

"Awalnya para korban tengah bekerja membersihkan rumput di sawah. Namun hujan mulai turun sejak pukul 15.00 WIB," kata Nasihin.

Akibat hujan deras tersebut, lanjutnya, para petani menghentikan aktivitas mereka dan kemudian berkumpul untuk berteduh di sebuah gubuk kecil terbuka yang terletak di Blok Si Pencil di tengah area persawahan.

Nasihin menuturkan para korban bertahan di gubuk tersebut hingga sore hari. Sekitar pukul 17.15 WIB saat cuaca semakin memburuk, petir tiba-tiba menyambar gubuk tempat sembilan warga tersebut bernaung.

"Peristiwa terjadi secara tiba-tiba. Salah satu korban yang masih mampu berjalan kemudian bergegas ke permukiman warga untuk meminta bantuan," ujarnya.

Sementara itu korban lainnya ditemukan tergeletak tidak jauh dari gubuk lokasi kejadian. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, empat orang dinyatakan meninggal dunia, yakni AH (48), SN (52), AW (37), dan RF (48). Adapun lima korban selamat yang mengalami luka-luka adalah SM (27), BH (60), SY (55), AK (55), dan TH (44).

"Kelima korban tersebut masih dilakukan perawatan karena mengalami luka bakar, dua orang di antaranya dirawat di RSDP Serang, dan tiga orang lainnya di RSUD Kota Serang. Sejauh ini kondisi stabil hanya masih syok," katanya.

Ia juga memaparkan hasil pemeriksaan dokter forensik menunjukkan adanya luka bakar, khas pada tubuh para korban meninggal, yang menguatkan dugaan penyebab kematian akibat sambaran petir. Jenazah para korban selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

 

Wali Kota Serang Tanggung Biaya Perawatan

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi yang turun langsung menemui para korban tragedi sambaran petir mengaku akan menanggung semua biaya perawatan korban. 

Ia mengunjungi para korban yang dirawat di dua rumah sakit, yakni Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) dan RSUD Kota Serang, pada Selasa malam (2/12/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah Budi menerima telepon dari warga yang panik dan khawatir mengenai biaya perawatan serta pengurusan jenazah korban.

Budi memastikan seluruh biaya pengobatan dan pengurusan jenazah para korban ditanggung pemerintah.

"Saya nengok dua rumah sakit. Tiga orang dibawa ke RS Derajat (RSDP), satu meninggal dan dua selamat. Sudah saya tengok dan semuanya sudah diurus tanpa biaya," kata Budi.

Di RSUD Kota Serang, ia juga memastikan kebijakan serupa.

"Kalau di rumah sakit satu lagi ada lima orang, yang meninggal tiga. Semua saya pastikan tidak ada biaya karena warga ketakutan, mereka menelepon saya. Tadi saya baru pulang kerja, dapat kabar ada musibah dan kendalanya biaya. Saya datang ke sana, alhamdulillah rumah sakit menggratiskan," katanya.

Terkait kondisi korban selamat, Budi menyebut penanganan medis telah dilakukan secara optimal.

"Ada yang sadar, ada yang tidak sadar. Intinya semua lagi diobatin dan ditangani dengan baik. Dokternya ketemu saya. Ada yang kelelahan, ada yang masih bisa gerak dan ngobrol," ujarnya.

Budi juga mengimbau masyarakat Kota Serang untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan petir.

"Kalau cuaca seperti ini, lebih baik pulang dan berlindung. Hujan disertai petir itu bahaya. Saya berharap seluruh warga Kota Serang jangan dulu keluar atau beraktivitas ketika cuacanya buruk," tutupnya.