Liputan6.com, Lampung - Seekor harimau sumatra bernama Bakas yang sebelumnya berhasil dievakuasi dari wilayah konflik di Lampung Barat dikabarkan mati saat proses pemindahan ke Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau, Bandar Lampung. Kematian satwa dilindungi itu memicu perhatian publik.
Menurut Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Itno Itoyo sebelum mati Bakas menunjukkan perilaku sangat agresif.
Harimau jantan tersebut beberapa kali membenturkan tubuh dan kepalanya ke dinding kandang saat proses pemindahan berlangsung.
Advertisement
"Dari hasil pemeriksaan, kepala harimau mengalami benturan keras pada bagian kandang," jelas Itno, Minggu (9/11/2025).
Berdasarkan surat pemeriksaan pascakematian yang dikeluarkan drh. Sugeng Dwi Hastono, dilakukan bedah bangkai (nekropsi) pada 7 November 2025 pukul 19.40 WIB.
"Hasilnya mengungkapkan bahwa penyebab kematian Bakas adalah pendarahan otak akibat benturan benda tumpul, yang memicu brain death atau kematian otak," ungkapnya.
Saat ini, kadaver (mayat) Bakas telah diamankan di PPS Lampung sebelum nantinya dititipkan sementara di LK Lembah Hijau.
BKSDA Bengkulu bersama pusat penyelamatan satwa (PPS) Lampung serta LK Lembah Hijau menyampaikan duka mendalam atas kematian harimau tersebut.
"Kami memastikan seluruh prosedur penanganan dilakukan sesuai standar medis dan kesejahteraan satwa. Sebagai langkah evaluasi, BKSDA juga berencana melakukan perbaikan fasilitas di PPS Lampung dan meningkatkan aspek keamanan terutama untuk penanganan satwa yang berperilaku agresif," tutup dia.
Sebelumnya, harimau sumatra jantan yang beberapa waktu lalu masuk ke dalam kandang jebak di Dusun Kali Pasir, Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, akhirnya mati saat menjalani perawatan di Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau, Bandar Lampung, Jumat (7/11/2025).
Satwa dilindungi bernama Bakas itu sebelumnya berhasil dievakuasi petugas Balai KSDA setelah tertangkap pada Selasa (28/10/2025). Namun, kondisi kesehatannya sejak awal sudah mengkhawatirkan.
Â
Dipindahkan ke LK Lembah Hijau
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Itno Itoyo, membenarkan kabar kematian harimau tersebut. Ia menjelaskan bahwa dari pemeriksaan awal pada Rabu (29/10/2025), ditemukan sejumlah luka di badan Bakas.
"Luka itu terdapat di bagian pangkal pinggang kiri atas, bekas ikatan melingkar pada pinggang, serta tidak memiliki jari ke-4 dan ke-5 pada kaki kanan depan," kata Itno, Sabtu (8/11/2025).
Bakas sempat dirawat di pusat penyelamatan satwa (PPS) Lampung, namun petugas memutuskan memindahkannya ke LK Lembah Hijau.
"Keputusan itu diambil karena kandang angkut mengalami kerusakan dan berpotensi dijebol oleh harimau yang menunjukkan perilaku agresif," ungkapnya.
Selain aspek keamanan, dijelaskan Itno, pemindahan juga dilakukan agar satwa mendapatkan perawatan lebih memadai.
Selama dalam pengawasan di PPS Lampung, Bakas tercatat dalam kondisi fisik stabil namun tetap menunjukkan agresivitas tinggi.
Tragedi terjadi saat proses pemindahan dari kandang angkut ke kandang perawatan di LK Lembah Hijau.Harimau awalnya berhasil masuk ke dalam kandang perawatan, tetapi tak lama kemudian menunjukkan perilaku sangat agresif.
"Harimau menabrakkan diri ke dinding dan pintu kandang perawatan sebanyak tiga kali. Pada benturan ketiga, satwa terjatuh, mengalami kejang-kejang, dan tidak lagi merespons," terang Itno.
Dokter hewan yang berada di lokasi segera melakukan pemeriksaan, namun Bakas dinyatakan telah mati.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572710/original/034284200_1777866003-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-04T103851.830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407345/original/014035500_1762693215-1000744952.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298203/original/058226000_1784148752-063_2286273084.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298200/original/032221000_1784143657-000_C2AY4MU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294283/original/019447300_1783828580-063_2285710131.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297607/original/068216600_1784100787-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297033/original/033816400_1784066961-Spain_s_Lamine_Yamal__19__goes_for_the_ball_as_France_s_Bradley_Barcola__12__defends.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4266771/original/058165600_1671519685-000_334V8R4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296658/original/081223500_1784019662-000_B9YV49G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290735/original/090615500_1783493611-zico.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)