KKB Pimpinan Elkius Lobak Kembali Berulah, Lima Warga Sipil di Yahukimo jadi Korban

Informasi diterima tim satgas, kekerasan terjadi dua hari, yakni Minggu 20 September hingga Senin 21 September 2025.

Diperbarui 24 September 2025, 12:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas Damai Cartenz) tengah menyelidiki kekerasan yang yang dialami lima warga. Pelaku kekerasan tersebut adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Informasi diterima tim satgas, kekerasan terjadi dua hari, yakni Minggu 20 September hingga Senin 21 September 2025.

"Berdasarkan keterangan saksi inisial DA, pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 WIT, dua pekerja ditemukan meninggal dunia dengan luka kekerasan di Jalan Poros Kampung Bingki, Distrik Seradala," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Rabu (24/9).

Kronologi Penyerangan

Peristiwa itu membuat sejumlah penambang berniat mengungsi ke Dekai untuk menyelamatkan diri. Namun hal itu urung dilakukan karena cuaca buruk.

Keesokan harinya, pada Senin (21/9/2025) sekitar pukul 08.00 WIT, KKB kembali melancarkan serangan di Camp Kali Kulum. Kelompok tersebut menggunakan panah dan senjata api menyebabkan kepanikan di antara para penambang.

Akibat peristiwa itu, sebanyak tiga orang pekerja tambang kembali menjadi korban keganasan KKB.

"Satgas di Yahukimo telah menerima informasi mengenai adanya tiga korban tambahan dari aksi kekerasan KKB. Kami mendapat informasi bahwa ada tiga jenazah lagi yang menjadi korban dari kelompok kriminal bersenjata ini," ujarnya.

Identitas Korban Belum Diketahui

Satgas belum dapat mengkonfirmasi jumlah pasti dan identitas korban. Sebab satgas belum sampai ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena kembali terjadi kontak tembak.

"Kemarin kami sudah coba datang, tetapi ada kontak tembak yang tidak memungkinkan kami untuk melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Proses evakuasi warga juga direncanakan hari ini, tapi terpaksa ditunda akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Yahukimo sejak pagi. Kondisi tersebut membuat tim evakuasi sulit menyeberangi sungai yang arusnya menjadi deras. Sementara untuk jumlah korban, info yang diterima berjumlah lima orang.

"Informasi yang kami dapat ada lima. Pihaknya baru akan dapat memastikan data korban setelah jenazah berhasil dievakuasi dan dicocokkan." ungkapnya.

Reporter: Nur Habibie/merdeka.com