Fakta Baru Pembunuhan Kakak Beradik di Lampung: Pelaku Seorang Mahasiswa Sempat Perkosa Korban

Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan sadis kakak beradik berinisial AT (8) dan KK (4,5) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Diperbarui 13 September 2025, 17:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan kakak beradik berinisial AT (8) dan KK (4,5) di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Polisi menyebut tersangka Eka Stia (19), seorang mahasiswa diduga sempat memperkosa korban KK sebelum menghabisi nyawanya.

Kasat Reskrim Polres Pesisir Barat, Iptu Fabian Yafi Adinata, mengatakan hasil autopsi menunjukkan adanya luka di bagian kemaluan korban.

“Dari pemeriksaan tim forensik ditemukan luka akibat benda tumpul di kemaluan korban KK. Luka itu dipastikan terjadi sebelum korban meninggal,” kata Fabian, Sabtu (13/9/2025).

Setelah sempat ditahan di Polres Pesisir Barat, Eka kini dipindahkan ke Mapolda Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengetahui motif di balik peristiwa ini,” ujarnya.

Ditangkap di Rumah Tanpa Perlawanan

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap Eka di rumahnya di Pekon Baturaja, Kecamatan Pesisir Utara, pada Jumat (12/9/2025) siang. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, Alhamdulillah pelaku sudah diamankan. Saat ini masih dalam pemeriksaan,” kata Yuni.

Kasus ini sempat menjadi misteri besar sejak jenazah kedua korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada 14 Mei 2025. Bagian wajah dan tempurung kepala korban hilang, bahkan sejumlah bagian tubuh ditemukan tidak utuh.

Misteri Terkuak Setelah 4 Bulan Penyelidikan

Selama empat bulan penyelidikan, polisi mengumpulkan sejumlah petunjuk baru. Salah satunya berupa sepasang anting yang diduga milik korban, ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi pembunuhan, tepatnya di sebuah gubuk.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, mengatakan barang bukti itu sudah dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

“Anting tersebut bukan ditemukan di lokasi awal, melainkan di gubuk dekat TKP. Saat ini masih diteliti lebih lanjut,” ujar Indra, Rabu (20/8/2025).

Dia menambahkan, pihaknya melibatkan dokter forensik, psikolog, hingga ahli lain dalam proses penyidikan.

“Hasil lengkap akan kami sampaikan setelah semua pemeriksaan selesai,” jelasnya.