Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior, Kisah Ibunda Mimpi Anaknya Pulang dengan Wajah Sedih

Kematian Prada Lucky Namo meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Mereka tak menyangka, prajurit muda itu tewas di tangan sesama prajurit TNI.

Diperbarui 08 Agustus 2025, 15:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kematian Prada Lucky Namo meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Mereka tak menyangka, prajurit muda itu tewas di tangan sesama prajurit TNI.

Ibu Prada Lucky, Paulina Mirpey tak henti menangis menatap jasad putranya yang terbujur kaku. Sedangkan ayah, Christian Namo berusaha tegar menahan duka mendalam.

Sebelum kematian Prada Lucky, sang ibu sudah mendapatkan firasat buruk. Selama tiga malam, ia bermimpi didatangi anaknya.

"Ibunya mimpi kalau Lucky datang ke rumah dengan raut muka sedih. Mimpi yang sama selama tiga hari," kata paman Lucky, Rafael Davids, Kamis (7/8/2025).

Saat itu, sang ibu tak mendapat kabar apapun dari Lucky maupun dari kesatuan tempat Prada Lucky mengabdi. Instingnya sebagai seorang ibu, membuat ibu empat anak itu memutuskan berangkat ke Nagekeo.

Namun, betapa kagetnya saat tiba di Nagekeo. Dia mendapatkan anaknya sudah sekarat terbaring di rumah sakit. "Tidak ada informasi dari kesatuan ke orang tua. Tiba di sana baru kaget, ternyata Lucky di rumah sakit karena disiksa," ungkapnya.

Prada Lucky menghembuskan napas terakhirnya setelah empat hari dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

"Dia mungkin tunggu ayahnya tiba di rumah sakit, karena sesaat ayahnya tiba, Lucky langsung berhenti napas," ucapnya penuh haru.

Ayah Prada Lucky Minta Pelaku Dihukum Mati

Ayah Prada Lucky, Serma Cristian Namo yang juga merupakan anggota TNI AD meluapkan emosinya mendengar anaknya dianiaya hingga tewas. Dia meminta para pelaku yang menyiksa anaknya untuk dipecat dari TNI AD lalu dijatuhi hukuman mati.

"Saya minta agar keadilan ditegakkan, ini menyangkut nyawa. Biar tidak ada Lucky Lucky lain di kemudian hari," katanya.

Dia akan terus menuntut keadilan agar para pelaku penganiayaan Prada Lucky dihukum mati. "Saya tuntut keadilan pakai jalur hak asasi manusia, nyawa saya jadi taruhannya," ungkapnya.

"Kalau tidak ada keadilan, saya akan gali kembali kuburan untuk dibawa ke orang-orang yang paling bertanggung jawab," tegasnya.