Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 12 rusa timorensis dilepasliarkan ke alam bebas di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Buleleng, Rabu (6/8). Pelepasliaran ini menjadi bagian dari langkah konkret konservasi satwa liar yang dilindungi di Indonesia, dan melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, otoritas taman nasional hingga lembaga konservasi.
Menurut Kepala Sub Direktorat Pengawetan Spesies dan Genetik KLHK Budi Mulyanto, langkah ini menjadi bagian dari penguatan populasi rusa timor di wilayah asalnya, terutama di luar Papua yang merupakan habitat endemik alami spesies ini.
"Rusa timor memang habitat aslinya berada di Jawa, Bali, NTT, dan NTB. Di Papua, rusa ini bukan satwa endemik, sehingga pemanfaatannya bisa diatur melalui kuota tertentu," jelas Budi.
Advertisement
Dia menambahkan, konservasi satwa tidak bisa hanya diserahkan kepada satu pihak, namun harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
Pelepasliaran ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Balai Taman Nasional Bali Barat, dan Bali Zoo yang telah melakukan penangkaran terhadap rusa tersebut.
Sebelum dilepas, rusa menjalani masa habituasi dan pengecekan kondisi medis untuk memastikan kesiapan hidup di alam liar.
“Satwanya sebelumnya dalam perawatan dokter hewan Bali Zoo. Bersama saya, sebelum dilepasliarkan kami cek dulu kondisi fisik dan kesehatannya,” ujar Fitri Murjianingsih, Medik Veteriner BKSDA Bali.
Dia menyatakan bahwa hasil verifikasi data selama habituasi serta pemantauan menunjukkan rusa-rusa tersebut siap dilepasliarkan.
Sebanyak 12 rusa yang dilepas terdiri dari enam jantan dan enam betina, berusia antara 4 bulan hingga 7 tahun. Mereka telah menjalani masa adaptasi di kandang habituasi sejak 30 Juli 2025.
Kepala TNBB Nuryadi, menekankan pentingnya tahapan evaluasi sebelum pelepasliaran dilakukan.
“Yang pertama adalah bagaimana kita menilai kondisi kesehatan dan perilaku satwa, lalu mengevaluasi habitat, termasuk keamanan dan ketersediaan pakan,” katanya.
TNBB sendiri memiliki luas sekitar 19.000 hektare dan diawasi oleh 33 polisi hutan, yang menurut Nuryadi masih sangat terbatas. Dia menekankan perlunya dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian dan TNI, dalam menjaga keberlanjutan konservasi ini.
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, turut menegaskan dukungan pihak kepolisian terhadap perlindungan satwa liar. “Kami berkomitmen untuk menegakkan hukum terkait konservasi. Kami pernah menangkap DPO perburuan liar rusa di TNBB, bahkan hingga ke Banyuwangi dan Sulawesi,” tegasnya.
Polres Buleleng juga telah menerapkan sistem patroli berbasis barcode yang memastikan petugas hadir di titik-titik rawan perburuan secara berkala. “Kami pasang barcode di titik tertentu. Anggota wajib scan di lokasi sebagai bukti patroli,” jelas Widwan.
Dari pihak Bali Zoo, Head of Public Relations Emma Chandra mengungkapkan bahwa pelepasliaran ini merupakan yang pertama kali dilakukan terhadap rusa timorensis di Bali. “Saat ini kami memiliki sekitar 70 rusa, dan 12 ekor di antaranya telah kami lepasliarkan,” jelasnya.
Rusa timorensis merupakan satwa dilindungi berdasarkan Permen LHK No.P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan masuk dalam kategori rentan (vulnerable) menurut IUCN. Di alam liar, tantangan utama spesies ini bukan hanya perburuan, namun juga keterbatasan pakan, gangguan habitat, serta predator alami.
Diharapkan, setelah pelepasliaran ini, rusa-rusa tersebut dapat beradaptasi dan menyatu dengan kelompok liar yang sudah ada di TNBB. Proses pemantauan akan terus dilakukan selama 1 hingga 3 bulan ke depan untuk memastikan keberhasilan adaptasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307911/original/065322900_1754498146-1000463186.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884477/original/ACg8ocJREsAsdQaP_nhdAJL-16rqd-zqi89ZLO-R1BdRN3rTTbRJxRA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262510/original/043477700_1781827837-AP26169828495121-Kanada_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542959/original/069384900_1775008055-Italia_vs_Bosnia-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263474/original/094364200_1781931705-paraguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415599/original/012053300_1782300444-turki.jpg)