4,6 Juta Data Warga Jabar Diduga Diretas dan Dijual ke Dark Web, Ini Kata Pemprov

Pemprov Jawa Barat buka suara soal 4,6 juta data pribadi milik warga Jabar yang diduga diretas dan dijual ke dark web.

Diperbarui 28 Juli 2025, 18:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menindaklanjuti dugaan kebocoran data pribadi milik warga Jawa Barat. Data identitas tersebut diklaim telah diretas oleh akun anonim DigitalGhostt di platform media sosial X.

Terkait itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengatakan bahwa kasus tersebut tengah ditangani oleh Diskominfo Provinsi Jawa Barat dan Direktorat Cyber Crime Polda Jawa Barat.

"Saya sudah sampaikan kepada Diskominfo untuk segera berkoordinasi dengan Cyber Crime Polda Jawa Barat dalam penanganan ini," kata Erwan di Bandung akhir pekan kemarin.

Erwan mengatakan, diduga ada sekitar 4,6 juta data pribadi milik warga Jawa Barat yang bocor. "Jangan sampai dibiarkan, jangan sampai melebar dan lebih banyak lagi korban masyarakat Jawa Barat. Ini tadi (diduga) ada sekitar 9 persen warga Jawa Barat atau 4,6 juta," ucapnya.

Adapun penyebab dari dugaan kebocoran tersebut, Erwan mengaku belum tahu secara pastinya. Dia memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Saya juga enggak tahu apakah itu kebocorannya seperti apa, yang 4,6 juta ini kan juga baru menduga-duga. Belum tahu seperti apa kebocorannya," imbuhnya.

Diduga Dijual ke Dark Web

Akun anonim DigitalGhostt mengeklaim telah menguasai 4,6 juta data pribadi milik warga Jawa Barat. Dalam cuitan di platform media sosial X pada 10 Juli 2025, akun tersebut menyebut sistem pengamanan data oleh instansi pemerintah yang lemah.

"Hello Indonesian people (especially the people of West Java), could your personal data be in my possession? Where is the cyber defense? Is it asleep on a pile of money?" tulisnya dalam Bahasa Inggris.

Tak hanya itu, akun tersebut juga melampirkan tangkapan layar dari forum dark web yang memuat penawaran bertuliskan "4.6 million data of West Java Indonesian citizens s [DATABASE]".

Dalam unggahan itu, terlihat logo resmi Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat di dalamnya, disertai deskripsi data yang mencakup informasi pribadi seperti alamat, nama lengkap, Nomor Induk Kependudukan (NIK), email, dan pekerjaan.

 

Penulis: Arby Salim