Dosen UMI Lakukan Penyuluhan Pertanian di Lahan Kering Pesantren Mizanul Ulum Takalar

Dosen UMI Makassar latih santri Pesantren Mizanul Ulum, Takalar, kelola lahan kering dengan teknik ramah lingkungan, dorong pesantren jadi pelopor pertanian berkelanjutan.

OlehFauzan
Diperbarui 06 Juli 2025, 22:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Takalar - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, baru-baru ini sukses mengadakan kegiatan penuluhan pertanian lahan kering di Pondok Pesantren Mizanul Ulum, Desa Sanrobone, Kabupaten Takalar. Kegiatan ini digelar selama dua hari 8-9 oktober 2024 dan diikuti oleh puluhan santri.

Ketua Tim Pengabdi, Dr. Amir Tjoneng, MS, mengatakan Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri dalam mengelola lahan kering yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus menanamkan nilai ekoteologi akni integrasi antara keimanan dengan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini mencakup pembuatan mulsa berbahan jerami, pembangunan bedengan teras sederhana, penggunaan pupuk hijau, dan pemilihan bibit unggul untuk tahan musim kemarau. Pelatihan pupuk organik zero‑waste juga menjadi bagian pengalaman praktik, memanfaatkan limbah pesantren.

"Harapannya Kapabilitas santri meningkat, dimana Mereka kini memahami teknik menjaga kelembapan dan kesuburan lahan kering. Ketahanan pangan lokal Dengan bibit tahan kering dan konservasi air, produksi pangan dapat bertahan di musim kemarau. dan Model pesantren ramah lingkungan , Mizanul Ulum diharapkan menjadi pilot project dakwah ekologi di Kabupaten Takalar.

sementara itu perwakilan santri, Muhammad mengatakan “Dulu kami kira lahan kering itu susah tanam apa pun, tapi sekarang sudah belajar menanam sorgum dan kacang tanah—lihat, sudah mulai tumbuh!”

Tim dosen berharap, lewat kegiatan ini, Pesantren Mizanul Ulum tidak hanya menjadi pusat ilmu agama, tetapi juga pelopor pertanian lahan kering berkelanjutan di Kabupaten Takalar. Sebagai langkah berikutnya, direncanakan pengembangan sistem pertanian terpadu—menggabungkan pertanian, peternakan, dan pengelolaan limbah serta pendampingan jangka panjang agar program berkelanjutan.