Benteng Mas, Saksi Bisu Sejarah Perdagangan Rempah di Gorontalo

Bangunan ini didirikan oleh Portugis sekitar abad ke-17 ketika mereka berusaha menguasai rute perdagangan rempah-rempah di wilayah Sulawesi.

Diterbitkan 03 Juli 2025, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gorontalo - Benteng Mas di Gorontalo Utara merupakan salah satu peninggalan sejarah penting yang terkait dengan perdagangan rempah masa kolonial. Benteng Mas menyimpan jejak interaksi antara bangsa Eropa dengan masyarakat lokal pada abad ke-17.

Mengutip dari berbagai sumber, Benteng Mas terletak di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Benteng ini memiliki lokasi strategis, yakni di pesisir utara Gorontalo yang awalnya sebagai pos pengawasan jalur pelayaran.

Bangunan ini didirikan oleh Portugis sekitar abad ke-17 ketika mereka berusaha menguasai rute perdagangan rempah-rempah di wilayah Sulawesi. Nama benteng mas berasal dari kata kota mas yang merujuk pada kekayaan wilayah ini di masa lalu.

Arsitektur Benteng Mas memiliki ciri khas berupa bastion berbentuk segi delapan atau oktagonal. Bentuk ini berbeda dengan benteng-benteng Belanda yang umumnya memiliki bastion segi lima.

Bahan utama pembangunan benteng adalah batu karang dan batu kali yang direkatkan dengan campuran kapur. Material tersebut dipilih karena ketahanannya terhadap cuaca pesisir.

Beberapa bagian struktur benteng masih dapat dilihat hingga sekarang meski tidak utuh. Fungsi utama Benteng Mas dahulu adalah sebagai basis pertahanan dan pengawasan pelabuhan.

Beberapa bagian benteng yang masih terlihat jelas adalah pondasi bangunan dan sebagian dinding yang tersisa. Tinggi dinding benteng diperkirakan mencapai 3-4 meter pada masa kejayaannya.

 

Makam Kuno

Sekitar lokasi benteng, terdapat beberapa makam kuno yang diduga terkait dengan sejarah tempat tersebut. Makam-makam ini menjadi bagian dari kompleks situs sejarah Benteng Mas.

Akses menuju Benteng Mas dapat ditempuh melalui jalan darat dari Kota Gorontalo. Jaraknya sekitar 60 kilometer ke arah utara dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam perjalanan.

Penelitian arkeologi mengungkap bahwa benteng ini menjadi saksi interaksi antara pedagang Portugis dengan kerajaan-kerajaan lokal. Temuan artefak di sekitar benteng menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang ramai di masa lalu.

Benteng Mas termasuk dalam jenis benteng pantai yang banyak ditemukan di wilayah Nusantara. Akan tetapi, benteng ini memiliki keunikan tersendiri dalam hal desain dan sejarah pendiriannya.

Penulis: Ade Yofi Faidzun