Liputan6.com, Ambon - Museum Siwalima berlokasi di Jalan Dr Malaiholo, Taman Makmur, Nusaniwe, Ambon, Maluku. Museum ini menyimpan informasi terkait kekayaan alam, budaya, dan maritim di Maluku.
Saat berkunjung ke museum ini, wisatawan akan disambut dengan kalimat "Usu Mae Upu" yang terletak di pintu masuk museum. Kalimat yang berarti "Mari Silakan Masuk" ini menyimbolkan keramahan masyarakat Ambon dan Maluku.
Terkait penamaannya, siwalima diambil dari bahasa setempat ulisiwa dan patalima. Ulisiwa berarti kumpulan sembilan, sedangkan patalima berarti kumpulan lima. Kedua kata ini merujuk pada sembilan kerajaan yang menguasai Maluku Selatan dan lima kerajaan yang menguasai Maluku Utara.
Advertisement
Sesuai namanya, Museum Siwalima menjadi destinasi wisata yang menyimpan informasi terkait kekayaan sejarah, alam, dan budaya Maluku. Mengutip dari laman Indonesia Kaya, Museum Siwalima dibangun pada 1973.
Lokasi museum ini berada di atas bukit, sehingga menawarkan pemandangan Teluk Ambon yang eksotis. Pendirian museum ini berawal dari Undang-Undang Belanda yang mengharuskan Belanda mengembalikan barang-barang sejarah ke Maluku pada 1970.
Barang-barang bersejarah ini tertumpuk di panampungan dan membutuhkan tempat agar lebih berguna. Sebuah lokasi bekas gedung markas pasukan pembebas Irian Barat atau Taman Makmur pun dipilih.
Lokasi tersebut kemudian menjadi tempat didirikannya tempat penampungan barang-barang sejarah yang kini dikenal dengan nama Museum Siwalima. Awalnya, museum ini hanya menampilkan dan menampung benda-benda bersejarah hibah dari Belanda. Seiring berjalannya waktu, museum ini kemudian juga menampilkan kekayaan maritim yang dimiliki Maluku.
Keberadaan koleksi tersebut membuat Museum Siwalima terbagi menjadi dua bagian penting, yakni Museum Budaya dan Museum Melautan. Museum Budaya menampilkan segala hal terkait budaya Maluku, sedangkan Museum Kelautan menampilkan sejarah kelautan Ambon.
Â
Koleksi
Beberapa koleksi yang ada di museum ini, di antaranya baju adat, senjata khas, ragam upacara adat, serta artefak-artefak sejarah Maluku lainnya. Banyak informasi yang akan diperoleh wisatawan terkait kehidupan masyarakat Maluku dari masa ke masa.
Pada bagian lain, Museum Kelautan menampilkan informasi terkait sejarah kelautan Maluku. Konon, sejak masa lampau kalautan Maluku dikenal unggul. Sebagian besar aktifitas masyarakat Maluku bahkan dilakukan di lautan, termasuk berdagang hingga perang.
Selain itu, terdapat kerangka ikan paus raksasa berukuran hingga 23 meter. Kerangka ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Museum Siwalima menjadi destinasi yang tepat untuk dikunjungi saat liburan bersama keluarga. Museum ini sekaligus bisa menjadi sarana pendidikan yang efektif bagi generasi muda.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3341307/original/037033900_1609899603-cek_fakta_kosmetik_cega_covid-19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320548/original/068244200_1786355298-cek_fakta_-_bansos_hut_ri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1130891/original/045648200_1454497420-maluku.jpg)