Liputan6.com, Jakarta - Musik gambus yang berasal dari Timur Tengah telah lama populer di kalangan masyarakat Betawi. Alat musik ini bahkan tak pernah absen di setiap acara hiburan masyarakat hingga acara keagamaan.
Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, gambus sangat lekat dengan irama musik padang pasir. Sekitar 1940-an, gambus pernah berjaya di Batavia.
Perkembangan musik gambus di Betawi tak lepas dari imigran Hadramaut pada awal abad ke-19. Seiring beroperasinya kapal uap menggantikan kapal layar, para imigran mulai bertandang ke Nusantara.
Advertisement
Kala itu, pemerintah kolonial menempatkan imigran dari Hadramaut di perkampungan khusus yang kemudian dikenal sebagai Kampung Arab. Beberapa wilayah yang dikenal sebagai Kampung Arab, di antaranya Pekojan dan Krukut di Jakarta, Empang di Bogor, Kauman di Solo, Semarang, dan Pekalongan, serta Ampel di Surabaya.Â
Kedatangan mereka tak membutuhkan waktu lama untuk diterima penduduk setempat karena sama-sama beragama Islam. Para pendatang pun banyak yang menikahi perempuan pribumi, sehingga proses akulturasi terjadi dengan cepat.
Saat acara perkawinan, mereka memainkan alat musik irama padang pasir. Alasan ini pula yang membuat gambus identik dengan iringan musik khas pesta perkawinan.Â
Hingga menjelang 1950, musik gambus menjadi musik paling bergengsi. Radio Republik Indonesia (RRI) juga sempat membuat siaran tetap musik gambus.
Salah satu musisi alat musik gambus yang paling populer adalah Syech Albar. Ia merupakan ayah dari penyanyi rock legendaris Ahmad Albar.
Â
Piringan HItam
Pada 1935, rayuannya telah direkam dalam piringan hitam His Master’s Voice. Suara dan petikan gambusnya tak hanya digemari di Indonesia, melainkan juga di Timur Tengah.Â
Syech Albar menginspirasi musisi lain, sehingga tumbuh orkes-orkes gambus di Indonesia. Tak hanya di Jakarta, orkes-orkes gambus juga lahir di Surabaya, Makassar, Palembang, Banjarmasin, hingga Gorontalo.
Perlahan, para pemainnya pun tak hanya didominasi keturunan Arab. Penduduk setempat mulai banyak yang belajar dan memainkan alat musik ini.
Pada 1947, seorang seniman muda bernama Husein Aidid bersama para pemuda Pekojan mendirikan OG (Orkes Gambus) al-Usysyaaq. Orkes asli Kampung Arab, Pekojan, Jakarta Barat ini dipimpin oleh Husein Aidid.
Tak disangka, OG al-Usysyaaq mendapat sambutan baik dari masyarakat Jakarta. Pada 1950, namanya diubah menjadi Orkes Melayu Kenangan. Husein Aidid dan orkes gambus bentukannya pun menjadi tokoh penting dalam perkembangan musik gambus di Betawi.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535950/original/093375400_1577858984-IMG_20200101_130416.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/740308/original/019202400_1411320036-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261677/original/091626500_1781753480-063_2282078791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261521/original/040972300_1781736777-Croatia_s_Josko_Gvardiol__4__challenges_for_the_ball_with_England_s_Noni_Madueke__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258037/original/028342400_1781299407-000_B6XD8QZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573439/original/045877600_1777899642-Pramono_Kantor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555758/original/019772600_1776216659-ketoprak_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5525208/original/023013900_1773034243-Pramono_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4831229/original/064688900_1715669949-resep-es-selendang-mayang-asli-betawi-yang-manis-dan-segar17-ezgif.com-webp-to-jpg-converter.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4380351/original/053669000_1680414292-Permintaan-Dodol-Betawi-Meningkat-Dua-Pekan-Jelang-Lebaran-2023-merdeka-8.jpg)