Liputan6.com, Kudus - Tari kretek merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Tarian ini mengisahkan kehidupan buruh dengan kreteknya.
Seperti diketahui, Kudus adalah wilayah yang identik dengan industri kretek. Perekonomian masyarakat setempat sebagian besar ditopang oleh industri kretek. Dari sana, lahirlah tari kretek yang hadir sebagai hiburan sekaligus edukasi terkait kehidupan buruh kretek.
Mengutip dari laman Indonesia Kaya, tarian ini merangkum banyak hal, mulai dari cerita saat memilih tembakau hingga cara memasarkannya. Dalam sebuah pementasan tari kretek, penonton seolah sedang membaca kehidupan masyarakat Kudus dan kreteknya.
Advertisement
Awalnya, tarian ini disebut dengan nama tari mbatil. Namun nama mbatil tak begitu populer di masyarakat, sehingga diubah menjadi tari kretek.
Sekitar 1985, tari kretek mulai populer di kalangan masyarakat. Konon, tarian ini diciptakan oleh seorang seniman bernama Endang Tonny.
Â
Beberapa Penari
Para penarinya terdiri dari beberapa penari perempuan serta satu penari laki-laki. Penari perempuan terlihat memiliki gerakan seperti sedang menggunting atau merapikan ujung-ujung rokok. Sementara itu, penari laki-laki melakukan gerakan layaknya seorang mandor yang melihat para buruh bekerja.
Kostum yang dikenakan penari perempuan berupa pakaian khas Kudus, tetapi bukan pakaian adat. Mereka juga memakai caping, seolah sedang memilih tembakau di kebun.
Mereka juga memegang tampah sebagai properti. Adapun penari laki-laki mengenakan blangkon.
Gerakan tari kretek begitu rancak dan kompak. Kerancakan serta kelincahan penari kretek tidak lepas dari iringan musik gamelan yang mengiringinya, sehingga membentuk harmoni yang indah.
Penulis: Resla
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647269/original/072085900_1699892490-Infografis_jurnal2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)