Liputan6.com, Bandung - Sebanyak 13 rumah yang dihuni oleh 34 orang dari 13 kepala keluarga (KK) di Dusun Angsana, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat mengalami kerusakan akibat gerakan tanah yang terjadi pada Sabtu, 19 April 2025 pukul 23.59 WIB.
Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Muhammad Wafid, berdasarkan informasi dari foto dan laporan dari BPBD Kabupaten Ciamis, gerakan tanah berupa rayapan yang ditandai dengan munculnya retakan pada permukaan dan bangunan. "Gerakan tanah ini bergerak lambat namun sering menimbulkan dampak yang luas," ujar Wafid melalui keterangan tertulis, Kamis (29/5/2025).
Wafid mengatakan faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan karena kemiringan lereng yang agak curam di sekitar lokasi gerakan tanah mengakibatkan tanah mudah bergerak. Selain itu, tanah pelapukan yang tebal yang bersifat poros serta mudah jenuh, sistem aliran air permukaan atau drainase yang belum tertata dengan baik dan curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah jenuh air menjadi penyebab lainnya.
Advertisement
"Mengingat daerah tersebut masih sangat rawan terjadi gerakan tanah dan curah hujan yang masih tinggi, sebagai langkah antisipasi potensi longsoran susulan maka direkomendasikan masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di lokasi bencana agar meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat hujan," imbuh Wafid.
Lebih lanjut Wafid menyarankan agar masyarakat segera melakukan perbaikan pada rumah yang mengalami kerusakan. Namun masyarakat harus melakukan pemantauan menerus terhadap perkembangan retakan. Jika terjadi prekembangan yang menerus pada retakan yang telah ada dan muncul rembesan air baru atau hilangnya mata air lama atau ada perubahan mata air dari bening menjadi keruh agar segera mengungsi dan melaporkan ke pemerintah daerah setempat. "Jika retakan berkembang dan meluas ke arah pemukiman, maka pemukiman yang rusak sebaiknya direlokasi ke tempat yang lebih aman," sebut Wafid.
Wafid mengingatkan saluran air setempat harus dijaga agar tidak masuk kedalam zona retakan yang sudah terbentuk. Untuk itu, diperlukan pengendalian air permukaan (surface drainage) yang kedap air dengan cara perencanaan tata saluran permukaan, pengendalian air rembesan (sub surface drainage) serta pengaliran parit pencegat yang diarahkan langsung ke sungai utama. "Menutup retakan dengan tanah liat dan dipadatkan untuk memperlambat masuknya air kedalam tanah. Aktivitas ini agar dilakukan dengan selalu memperhatikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan," ungkap Wafid.
Wafid memaparkan karena daerah tersebut rawan terjadi gerakan tanah lambat sehingga diperlukan adaptasi lokal (kearifan lokal) dilokasi ini dengan bangunan berupa rumah panggung, bukan permanen, bukan konstruksi rigid. Konstruksi tembok atau permanen dan lantai keramik, jika terjadi gerakan tanah walaupun bergerak lambat akan terbentuk retakan pada dinding, kolom dan lantai, serta bangunan berisiko roboh. "Tidak melakukan pengembangan pemukiman pada area terdampak pergerakan tanah," tegas Wafid.
Wafid menyebutkan menanami lereng dengan tanaman berakar kuat dan dalam yang mampu mengikat tanah dan eningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah menjadi mitigasi pencegahan kejadian serupa berulang. Untuk saat ini sebut Wafid, masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari aparat pemerintah setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai langkah antisipasi kejadian bencana terjadi.
Kondisi Daerah Bencana
Kondisi daerah bencana secara umum berupa perbukitan dengan kemiringan lereng yang landai – agak curam. Lokasi bencana berada pada ketinggian 41 meter diatas permukaan laut (mdpl).
"Berdasarkan Peta Geologi Lembar Majenang, Jawa (Kastowo, dkk., Direktorat Geologi, Bandung, Indonesia, 1996) batuan penyusun daerah bencana berupa batuan Formasi Tapak (Tpt) yang berupa batupasir kehijauan yang berangsur menjadi batupasir halus kehijauan sisipan napal serta endapan aluvium (Qa) yang terdiri dari kerikil, pasir dan lempung," ungkap Wafid.
Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah pada Bulan April 2025 di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah – Tinggi.
Artinya sebut Wafid, daerah tersebut mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi atau di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
"Gerakan tanah lama dapat aktif kembali," jelas Wafid.
Advertisement
4 Langkah Antisipasi Potensi Tanah Longsor
Dicuplik dari kanal Regional, Liputan6, memasuki musim penghujan menyebabkan adanya potensi terjadinya bencana tanah longsor akibat kemiringan tanah yang cukup curam dan terjal di beberapa titik daerah di Indonesia.
Tanah longsor sendiri merupakan fenomena perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng.
Secara sederhana, Longsor dapat terjadi jika terdapat air dengan volume yang besar meresap ke dalam tanah, sehingga berperan sebagai bidang gelincir, kemudian tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
Berangkat dari pengertian diatas, maka fenomena bencana tanah longsor rawan terjadi di musim hujan seperti saat ini.
Untuk itu, masyarakat bersama-sama dengan pemerintah dapat segera melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko terjadinya tanah longsor, seperti :
1. Menghindari pembangunan pemukiman di daerah di bawah lereng yang rawan terjadi tanah longsor.
2. Mengurangi tingkat keterjangan lereng dengan pengolahan lahan terasering di kawasan lereng.
3. Penanaman pohon yang mempunyai perakaran yang dalam dan jarak tanam yang tidak terlalu rapat diantaranya diseling-selingi tanaman pendek yang bisa menjaga drainase air.
4. Menjaga drainase lereng yang baik untuk menghindarkan air mengalir dari dalam lereng keluar lereng.
Dengan adanya langkah preventif yang dilakukan oleh pemerintah bersama dengan masyarakat, diharapkan mampu meminimalisasi terjadinya potensi tanah longsor dan kerugian materil maupun korban jiwa.
Apabila terdapat anggota keluarga maupun tetangga sekitar yang sakit dan mengalami luka akibat longsor yang melanda, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang baik dan tepat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/408266/original/071633600_1747617599-ari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5236627/original/035368000_1748510760-WhatsApp_Image_2025-05-29_at_11.07.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373093/original/093254700_1476358392-ciamis.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)