Etnobotani dalam Upacara Kematian Adat Betawi

Dalam proses ritual adat kematian, masyarakat Betawi kerap memanfaatkan berbagai ragam bunga, mulai dari melati, mawar, hingga kenanga. Selain sebagai wewangian, bunga tersebut juga digunakan sebagai bunga tabur di makam serta dirangkai sebagai bunga ronce.

Diterbitkan 25 Mei 2025, 01:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Upacara kematian adat Betawi tak bisa dilepaskan dari pemanfaatan tanaman dan tumbuhan di sekitar. Bukan hanya sebagai pelengkap tradisi, tanaman dan tumbuhan tersebut juga memiliki simbol tersendiri.

Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, tanaman dan tumbuhan ini menjadi pelengkap ubo rampe. Ubo rampe menjadi sarana atau perlengkapan untuk melaksanakan dan mendukung jalannya tata upacara adat.

Dalam proses ritual adat kematian, masyarakat Betawi kerap memanfaatkan berbagai ragam bunga, mulai dari melati, mawar, hingga kenanga. Selain sebagai wewangian, bunga tersebut juga digunakan sebagai bunga tabur di makam serta dirangkai sebagai bunga ronce.

Masyarakat Betawi Setu Babakan juga menggunakan daun pandan sebagai hiasan pada ronce. Bunga ronce akan diletakkan di atas keranda saat jenazah akan dimakamkan.

Tak hanya sebagai pelengkap, daun pandan juga berfungsi sebagai pengharum saat prosesi pemandian jenazah. Selain pandan, masyarakat Betawi juga menggunakan batang pisang dan tanaman cendana dalam prosesi pemandian jenazah. Adapun tanaman cendana yang digunakan adalah yang telah dihancurkan seperti bubuk.

 

Air Tawar

Jenazah dimandikan dengan air tawar dan memakai sabun mandi, layaknya orang mandi pada umumnya.Selesai mandi, makramas, dan masing, jenazah disiram dengan air kumkuman (rendaman) yang terbuat dari asap kemenyan dan kayu harum, seperti cendana. Tujuannya agar orang yang meninggal bersih, baik fisiknya maupun rohnya.

Tanaman yang juga kerap digunakan dalam prosesi tersebut adalah daun dadap yang berfungsi sebagai pengharum. Cara penggunaannya dengan mencampurkannya ke air mandi jenazah hingga aroma dari daun dadap keluar.

Sementara itu, jenis bunga hiasan lainnya yang digunakan adalah bunga kantil yang bermakna berserah diri. Ada juga daun bidara yang dalam agama Islam sifatnya sunah sebagai campuran dalam prosesi memandikan jenazah.

Penulis: Resla