Melihat Antusiasme Warga Luwu usai MDA Bangun Jembatan Kadundung

Jembatan penghubung antar kecamatan itu dibangun murni menggunakan anggaran perusahaan.

OlehFauzan
Diperbarui 19 Mei 2025, 17:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Luwu - Warga Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan kini bisa bernafas lega. Bagaimana tidak, jembatan permanen di Desa Kadundung yang menjadi akses utama penghubung Kecamatan Bajo dan Kecamatan Latimojong akhirnya rampung dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Sejumlah warga pun mengaku bersyukur dengan rampungnya pengerjaan Jembatan Kadundung tersebut. Kehadirannya menggantikan jembatan lama yang rusak akibat banjir tahun lalu dan membawa harapan baru bagi aktivitas harian warga.

"Dulu lewat jembatan Bailey itu harus ekstra hati-hati, apalagi kalau hujan. Sekarang alhamdulillah, sudah ada jembatan permanen, lebih kokoh dan aman," kata Zainuddin, warga Ulusalu, dengan wajah penuh syukur, Senin (19/5/2025). 

Sulkifli, seorang pedagang dari Kadundung yang rutin melintas membawa dagangan dari Bajo dan Tobaru, juga merasakan langsung manfaatnya. 

"Sekarang antar barang lebih tenang. Jalanan sudah bagus, jembatan juga lebar. Kita sebagai warga tentu sangat berterima kasih," ucapnya. 

Pembangunan jembatan ini digarap oleh PT Piranti Jagad Raya (Pijar) selaku kontraktor, dengan seluruh pendanaannya ditanggung oleh PT Masmindo Dwi Area (MDA), tanpa menggunakan dana APBD Luwu sepeser pun.

Direktur PT Pijar, Marham Ismail, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini adalah bukti nyata kepedulian MDA terhadap kebutuhan masyarakat. 

"Jembatan Kadundung ini bukan untuk kepentingan perusahaan semata. Ini murni fasilitas umum, berada di luar area lingkar tambang, dan digunakan oleh masyarakat luas," jelasnya.

 

Sempat Jadi Sorotan

Terkait sorotan tentang klaim lahan yang dilintasi jembatan, Marham memastikan hal tersebut telah ditangani sesuai prosedur. 

"Kalau masih ada pertanyaan, mari buka regulasi bersama. Ini bukan soal kepentingan pribadi, tapi demi masyarakat," tegasnya. 

Ia pun menyayangkan jika upaya pembangunan yang berdampak positif justru digiring ke isu-isu negatif. 

"Apalagi yang menyuarakan itu keluarga sendiri. Saya kira tak elok jika manfaat sebesar ini dipolitisasi. Mari kita fokus pada manfaat untuk orang banyak," imbuhnya.

Jembatan Kadundung bukan satu-satunya kontribusi MDA dalam membangun infrastruktur desa. Sebelumnya, pihak perusahaan juga telah membangun sejumlah jembatan umum lainnya yang kini dimanfaatkan bersama oleh masyarakat dan perusahaan. 

Di antaranya, Jembatan Umum Lekopini yang menghubungkan Desa Bonelemo dan Saronda, Jembatan RC 6 sebagai jalur utama dari Kadundung ke Tobaru, serta Jembatan Umum Makalua yang menghubungkan Kadundung dan Saronda.

Seluruh jembatan tersebut tidak hanya memperlancar logistik proyek, tetapi juga menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan Luwu.

Dengan infrastruktur yang semakin baik, harapan akan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pun makin terbuka lebar. Sebuah bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat dan dunia usaha bisa menghasilkan dampak yang luar biasa. 

 

Simak juga video pilihan berikut ini: 

Â