Liputan6.com, Lampung - Dua siswa SMP di Kabupaten Mesuji, Lampung, berinisial F dan D, menjadi korban kekerasan seksual sesama jenis yang dilakukan oleh guru mereka sendiri. Ironisnya, perbuatan keji tersebut sudah berlangsung sejak mereka masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mesuji, Sripuji Hariyanthi, mengungkapkan bahwa kedua korban tidak berani melawan karena diancam akan dibunuh oleh pelaku. "Iya benar, pelaku mengancam korban akan dibunuh. Bahkan dalam percakapan terakhir di aplikasi chat, pelaku sempat mengirim pesan dengan mengatakan membawa pisau," ujar Sripuji, Senin (12/5/2025).
Meski sudah menempuh pendidikan di tingkat SMP, Sripuji mengatakan komunikasi antara pelaku yang diketahui berinisial AS (35) dan korban tetap berlanjut. Hal itu karena korban masih mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dibina oleh pelaku.
Advertisement
Salah Satu Siswa Alami Trauma Berat
Sripuji menjelaskan, AS pertama kali mendekati korban saat mereka masih SD melalui kegiatan ekstrakurikuler tari dan pidato. Keterlibatan dalam kegiatan tersebut terus berlanjut hingga mereka memasuki bangku SMP, yang membuat korban sulit melepaskan diri dari cengkeraman pelaku. "Sejak SD mereka ikut ekstra kurikuler yang diajarkan pelaku. Saat di SMP pun masih aktif di kegiatan yang sama, membuat mereka seperti terikat dan sulit keluar dari lingkaran pelaku," jelas Sripuji.
Dari dua korban yang sudah teridentifikasi, Sripuji mengungkapkan bahwa F mengalami trauma yang lebih berat dibandingkan D. "F lebih mengalami trauma mendalam karena lebih sering berinteraksi dengan pelaku. Sedangkan D jarang bertemu langsung. Kami saat ini tengah memberikan pendampingan intensif untuk F agar kondisinya bisa segera pulih,"Â pungkasnya.
Sebelumnya, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Mesuji, Lampung, berinisial AS (35), harus berurusan dengan hukum usai diduga melakukan kekerasan seksual sesama jenis terhadap dua murid laki-laki yang masih di bawah umur. Pelaku kini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Mesuji, Iptu Rosali, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan, penangkapan terhadap AS dilakukan pada Kamis, 8 Mei 2025, oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mesuji.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4455/original/cabul-ilustrasi-131113b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5668882/original/052055400_1778411081-1001242889.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519996/original/091474800_1772603509-DSC09646.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502133/original/077694700_1770969773-Lokasi_petani_di_Mesuji_ditembak_tetangga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501472/original/049231300_1770912524-1001000995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4068805/original/076248000_1656588418-ilustrasi_pemerkosaan.jpg)