Angka Putus Sekolah di Tulungagung Capai 2.000 Anak, Pemkab Bentuk Timsus

Berdasarkan data terbaru, jumlah anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal di daerah ini mencapai sekitar dua ribu orang, mayoritas dari jenjang SMP dan SMA.

Diterbitkan 05 Mei 2025, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tulungagung - Angka anak putus sekolah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ditaksir berjumlah 2.000-an anak yang mayoritas berada di jenjang SMP dan SMA.

Untuk menyelesaikan problem anak putus sekolah tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melakukan langkah konkret dengan membentuk tim khusus (timsus) penanganan anak putus sekolah.

Kepala Disdik Tulungagung, Rahadian Puspita Bintara mengatakan penanganan kasus ini menjadi prioritas mengingat pemerintah pusat telah menggalakkan program wajib belajar 13 tahun.

Tim yang dibentuk bertugas menjangkau para siswa putus sekolah dan menawarkan jalur alternatif pendidikan.

"Anak-anak yang putus sekolah kami dorong mengikuti program kejar paket melalui PKBM. Sistem belajarnya fleksibel, bisa disesuaikan dengan waktu mereka, termasuk bagi yang sudah bekerja," kata Rahadian di Tulungagung, Jumat (3/5/2025).

Berdasarkan data terbaru, jumlah anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal di daerah ini mencapai sekitar dua ribu orang, mayoritas dari jenjang SMP dan SMA.

Menurut dia, penyebab utama tingginya angka putus sekolah adalah faktor ekonomi.

Banyak anak yang memilih bekerja demi membantu keluarga. Di samping itu, ada pula kasus kenakalan remaja, meski jumlahnya relatif kecil.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Apa Penyebabnya?

Sebagai bagian dari upaya intervensi, Dinas Pendidikan juga membuka komunikasi dengan pemerintah desa, Dinas Sosial, dan pihak sekolah untuk memastikan setiap anak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan agar bisa kembali menempuh pendidikan.

"Jika penyebabnya ekonomi, maka akan kami libatkan Dinas Sosial dan lembaga terkait untuk mencarikan solusi. Intinya, kami ingin memastikan tidak ada anak Tulungagung yang kehilangan haknya untuk belajar," ujarnya.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Tulungagung untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dan memperkuat kualitas pendidikan daerah.