Liputan6.com, Semarang - Sebuah buku berjudul Ningrat, Manusia Kesemestaan, tentang Jawa, seni dan kesemestaan karya Hangno Hartono menjadi bahan diskusi yang menarik dalam sebuah bedah buku yang di selenggarakan di Kampus Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta. Jalan Parangtritis Km 4,5 Sewon Bantul.
Menurut Machmoed Elqadrie, seorang pelaku kebudayaan dan jaringan kesenian, Hangno mencoba memaknai falsafah yang diambil dari cerita dan bentuk figur wayang yang dikaji dari berbagai aspek seni dan filsafat.
"Menggunakan tafsir kontektualitas dalam ranah sosial budaya yang penting untuk dipahami agar nilai -nilai estetika dan makna filosofinya tidak hilang ditengah peradaban post-modernitas," kata Machmoed.
Advertisement
Ditambahkan bahwa Hangno dengan cerdas mengambil judul Ningrat. Ning berarti Keheningan dan Rat artinya jagad atau di dalam kosmologi Jawa bermakna kesemestaan, yang tidak sekedar diartikan bumi semata tapi alam tiga lapis semesta raya.
"Tema buku mengupas simpul-simpul naratif 100 sketsa tematik budaya Jawa dengan 11 tema, seperti Etika, Kesemestaan, Mitologi, Paralel Universe, Lingga Yoni, Ekologi, Meditasi-Meditatif, Filsafat Jawa, Kepemimpinan dan Spiritualisme Jawa, menjadi sebuah eksplorasi yang sangat luas," kata Machmoed.
Relasi Jawa, Seni dan Kesemestaan itu akhirnya menjadi tema diskusi yang menarik. Jawa dalam kontek ini adalah cara pandang orang Jawa terhadap dunia kosmologinya, dari eksplorasi sketsa diketemukan relasi yang kuat antara, Religi, Kosmologi, Sosilogi hingga Mitologi dengan Ekologi.Â
Ditambahkan Machmoed Elqadrie bahwa dengan cekatan Hangno Hartono menyinggung beberapa contoh. Pola pemujaan Lingga dan Yoni adalah manifestasi penghayatan terhadap kekuatan energi maskulinitas dan feminitas yang diformasikan kedalam struktur Lingga dan Yoni.Â
"Tak heran di Jawa sangat masif tebaran artefak Lingga Yoni penghayatan ekologi ini menghadirkan religi-pemujaan Siwa-Durga sebagai Istadewatanya," kata Machmoed.
Sementara itu Hangno menyebutkan bahwa Kosmologi Bapa Angkoso, Ibu Bumi juga menjadi sebuah pedoman dalam kebudayaan dan kesenian Jawa.
"Ibu bumi meletakan bumi sebagai pemujaan, karena penghayatan akan kehidupan, bumi memberikan segalanya untuk kehidupan," kata Hangno.
Apa yang disampaikan Hangno, sangat lekat dengan masyarakat agraris yang merasa sangat intim dengan bumi. Hal itu terformulasikan menjadi sistem nilai sosial bermasyarakat dengan nama Mataram, yang secara harafiah bermakna pemujaan terhadap Ibu, Mataram dari akar kata Sansekerta mtr, Mother bahasa Inggrisnya.Â
Turunan pemujaan terhadap ibu masih terlihat dalam sistem pemerintahan dengan penyebutan pemimpin-pemerintahan dengan sebutan Ratu bergender feminin, capitalnya dengan Keraton, Kedaton, datu juga bergender feminin, gelar kesarjananpun bergender feminim yaitu Empu, Perempuan.
Toponimi desa, kota sampai kerajaanpun diambil nama tetumbuhan sebagai identitas wilayah, misalnya nama desa Muja Muju, Sentul, Joho, Medang, Mojo dan lain lain, dalam ekspresi seni batik, sungging wayang sangat kaya ragam hias ekologi, tari pun banyak mengekplorasi unsur ekologi dalam gerakannya.
Seni Jawa awalnya imitasi ekologi kemudian dinaikkan ke makna filosofis. Ini adalah khas narasi Jawa yang multi tafsir dan multi layer atau bertingkat-tingkat. Misalnya motif batik Kawung.
"Kawung adalah jenis bebuahan menjadi motif batik dan pola batik tersebut ada yang menafsirkan bermakna kesuburan," kata Hangno.
Â
Sinkretisme Jawa
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/5206798/original/073558900_1746174430-20250502_095430.jpeg)
Dari penyematan gelar sebagai idealisasi kesempurnaan manusia sebagai visi dan misi eksistensinya, yang menarik adalah penyematan nama seperti Buwono, Rat, Alam. merujuk ke nilai-nilai kesemestaan. Ningrat secara semiotika berasal dari suku kata Ning dan Rat. Artinya keheningan dan Rat adalah Alam semesta. Keheningan secara umum diperoleh dengan praktek meditasi apapun metodenya. Rat adalah Alam otomatis dalam dunia
Machmoed menambahkan membahas alam otomatis juga dimensinya yang populer dengan tiga, Tridatu, artinya jagad raya. tidak hanya yang mampu di pindai oleh teleskop Hubble semata.
"Tetapi juga dimensi matrixnya, pengetahuan tentang relasi kesemestaan melalui Yoga. Sebuah istilah praktek meditasi yang tepat, untuk menerangkan relasi tersebut disebut Yoga," katanya.
Dari pola relasi ini Jagad Alit dan Jagad Gede, makrokosmos terkonsep kata Ningrat yang menjadi memahami toponimi yang disandang oleh aristokrasi Jawa.
Kebangsawanan bukan produk politik tapi produk intelektualitas para Brahmana, Parahyangan, nilai idealita tersebut bebas nilai, tidak monopoli dan geneologi para bangsawan semata.Â
Sebagai penulis dan juga perupa Hangno Hartono juga menjelaskan tentang proses kreatif karyanya dalam bentuk sketsa. Diawali dari background teknis seni tatah sungging wayang, Hangno mencoba mencari proses pengalaman kreatif seniman masa lampau ketika membuat wayang.
Dengan merekrontruksi Hangno menafsir pengetahuan budaya yang tersembunyi dalam mitologi. Mengikuti jejak artistik wayang tidak saja terbatas dalam ranah teknis tatah sungging dan proporsisi bentuk semata, tetapi masuk kedalam narasi membentuk teks.
"Keseluruhan karya sebetulnya bentuk pencarian dengan analis budaya terutama dengan pendekatan metode spiritual terutama meditasi, Filsafat dengan semiotika dan dekonstruksi seni," kata Machmoed.
Hadir membahas buku ini Dr Suryo Tri Widodo S.Sn, M.Hum. Dosen ISI Yogyakarta yang mereview karya- karya Hangno Hartono, dari sebelas bab buku yaitu Etika, Kesemestaan, Mitologi, Catatan peristiwa, Paralel Universe, Lingga Yoni, Ekologi, Meditasi- Meditatif, Filsafat Jawa, Kepemim pinan dan Spiritualisme Jawa saling terkait menjadi satu narasi yang utuh.
Diskusi cukup menarik berlangsung hangat dengan menampilkan Moderator Drs. Andono M, sn.
Buku Ningrat, Manusia Kesemestaan Karya Hangno Hartono , diterbitkan Digdaya Book dengan tebal 219, halaman. Dengan kata pengantar As Nurjaman curator seni rupa Jogyakarta. Buku Ningrat, Manusia Kesemestaan, menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif beserta ilustrasi gambar menjadikan buka enak dibaca dan tidak membosankan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/739/original/050774800_1733251815-FB_IMG_1539320095633.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/5206808/original/074812900_1746174599-IMG-20250502-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/360649/original/076094300_1521185970-hmb_komo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)