Liputan6.com, Gorontalo - Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, melontarkan pernyataan tegas terkait kondisi salah satu fasilitas kesehatan di wilayahnya, Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).
Dalam pertemuan bersama jajaran rumah sakit, ia menyampaikan komitmen serius melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan layanan RSAS.
Dalam arahannya, Adhan menyoroti praktik internal yang dinilainya telah menyimpang dari prinsip pelayanan publik.
Advertisement
Ia mengungkapkan adanya laporan mengenai pengalihan pembelian obat oleh pasien ke luar rumah sakit dengan harga lebih tinggi, yang diduga menguntungkan pihak tertentu di luar sistem resmi rumah sakit.
“Saya tidak menyampaikan isu, tapi fakta di lapangan. Saya tahu siapa yang terlibat,” ujar Adhan.
Ia menekankan bahwa rumah sakit sebagai pusat rujukan kesehatan harus bersih dari praktik yang merugikan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengisahkan adanya pasien yang diminta membeli obat senilai Rp3,2 juta di luar, padahal obat tersebut seharusnya tersedia di apotek rumah sakit.
Menurutnya, praktik semacam ini bukan kejadian tunggal, melainkan pola yang terjadi secara sistemik.
Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo segera membentuk tim evaluasi khusus yang terdiri dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat serta kalangan tenaga medis aktif dan pensiunan.
"Tim ini akan fokus pada audit manajemen, distribusi obat, sistem rujukan, dan penguatan posisi dokter spesialis," ujar Adhan.
“Kalau perlu, saya akan berkantor dua kali seminggu di RSAS agar bisa memantau langsung semua proses di lapangan,” ucapnya.
Adhan juga menggarisbawahi pentingnya pembaruan regulasi internal rumah sakit. Saat ini, kebijakan yang digunakan masih mengacu pada Peraturan Direktur RSAS tahun 2014, yang dinilainya sudah tidak relevan dengan kondisi dan kebutuhan pelayanan saat ini.
“Rumah sakit bukan museum. Harus ada pembaruan regulasi agar pelayanan lebih optimal,” katanya.
Dalam pertemuan itu, ia juga mengingatkan bahwa rumah sakit adalah tempat pengabdian, bukan sekadar tempat mencari penghasilan.
Para tenaga medis diminta menjaga etika profesi dan tidak mencampurkan kepentingan pribadi dengan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Evaluasi ini menjadi bagian dari langkah reformasi yang lebih luas. Adhan menegaskan bahwa jika tidak segera dilakukan pembenahan, RSAS berpotensi menghadapi krisis serius dalam waktu tiga tahun ke depan.
“Kalau tidak dibenahi, rumah sakit ini bisa kolaps. Ini soal tata kelola, bukan hanya soal anggaran,” jelasnya.
Wali Kota juga menyarankan agar tenaga medis atau pejabat yang tidak sejalan dengan semangat pembenahan lebih baik mengundurkan diri secara terhormat, daripada menghambat perubahan dari dalam.
Selain RSAS, Adhan juga menaruh perhatian terhadap rumah sakit lain di Kota Gorontalo yang menurutnya memiliki persoalan serupa. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas kesehatan kini tengah disiapkan sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem layanan kesehatan di daerah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Aloei Saboe, dr. Muhammad Kasim, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan Wali Kota Gorontalo diperoleh saat yang bersangkutan masih menjabat sebagai anggota DPRD.
“Namun, kondisi tersebut telah dibenahi oleh manajemen rumah sakit,” ujarnya.
Dokter Kasim menegaskan bahwa saat ini, persoalan seperti yang dimaksud tidak lagi terjadi. “Sekarang hal seperti itu sudah tidak ada lagi,” tutupnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1476080/original/005754000_1736836560-Andi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189221/original/050936600_1744768331-WhatsApp-Image-2025-04-14-at-13.58.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)